selama ini kerajaan sering gonjang-ganjing rame dan sering berada dalam keadaan yang mencekam *emang cerita 2012?* oke ralat. intinya kerajaan nggak pernah aman dan tentram. selalu menemui masalah tiap kali keadaan lagi hening-heningnya.
yang bertugas untuk memimpin kerajaan adalah sang Putri sulung yang lebih sering berada di istana. raja dan ratu sering bepergian menengok keadaan rakyat mereka. putri sulung bertanggung jawab mengurus dan menjaga ketiga adiknya yang sulit sekali di atur. namun putri sulung sendiri memang tipikal putri yang cuek terhadap keadaan sekitar. biasanya kedua pangeran selalu bermain bersama sedang para putri melakukan hal lain sendiri-sendiri. terasa kental sikap dan sifat individualisme di kerajaan ini.
saat sang putri sulung sedang asik dengan dunianya sendiri, pangeran bungsu seringkali merusak dan mengacaukan segalanya. putri sulung yang emosian *dan galaknya minta ampun* langsung marah-marah kepada sang pangeran. tentu saja pangeran merasa takut dan menangis. segera saja sang putri semakin menjadi-jadi amarahnya. di saat seperti itulah pangeran sulung datang dan mengajak pangeran bungsu main untuk jauh-jauh dari sang kakak.
lain halnya dengan putri bungsu yang suka ikut campur dan selalu ingin tahu. ketika sang putri sulung sedang berada di mood yang baik dan aman, putri bungsu selalu datang dan mencari tahu apa yang terjadi dengan gaya bicara yang sok centil dan girlie. tentu saja putri sulung menjadi marah. lagi-lagi kerajaan dalam keadaan rame oleh tingkah laku para penghuninya *hantu kali?*
tak jarang para pengawal ikut turun tangan untuk menertibkan tingkah laku para anak raja-ratu yang nggak punya tata diri itu. para dayang aja nggak mempan, malah ikut dimarahin.
sekali waktu ketika sang ratu sedang di rumah bersama keempat anaknya, pangeran sulung pergi untuk bermain dengan para pangeran kerajaan sebelah. ratu yang amat sayang kepada anak-anaknya itu mengijinkan pangeran untuk main dengan pesan tidak terlalu lama karena pangeran bungsu bisa ngamuk kalo di tinggal lama-lama. pangeran sulung yang nggak pernah mau denger kata-kata dan nasihat dari siapapun itu cuma mengangguk tanpa tau apa yang ibundanya omongin. tak jarang pangeran curi-curi waktu main saat ratu dan raja nggak di istana karena nggak ada yang bisa melarang kepergiannya. bahkan selalu adu mulut sama putri sulung gara-gara masalah sepele itu. hanya karena ingin main. putri sulung yang selalu tertib dengan peraturan kerajaan selalu membantah dan mengomentari alasan-alasan yang dibuat pangeran sulung.
putri sulung yang baru saja pulang mengantarkan sesuatu ke kerajaan seberang itu pulang dan berpapasan dengan sang pangeran.
" mau kemana lagi kamu?" tanya sang putri yang angkuh tanpa melihat ke arah adiknya
" urusanku." dengan singkat pangeran menjawab cuek
" aish! berani sama aku! dasar cowok nggak becus. sana pergi. istana nggak butuh kamu!"
" apa peduliku?"
pangeran segera mengeluarkan kudanya dan mengambil sebilah pedang. dia segera pergi. putri sulung masuk ke istana dengan perasaan dongkol dan marah karena nggak bisa bales kata-kata si adik. putri sulung paling sebal jika dia tak bisa membalas kata-kata sang adik. kadang mereka bisa perang kecil hanya karena masalah tersebut.
sampai di ruang keluarga istana, ratu sedang bermain dengan pangeran bungsu, putri bungsu sedang menghias kukunya. putri sulung rolling her eyes dan terus berjalan tanpa peduli sekitar, menuju ke ruangan pribadinya. baru setenga perjalanan,
" darimana kamu, kak?" tanya putri bungsu
" kerajaan seberang, anter syal temanku." jawabnya ogah-ogahan
" ikh, ngga bisa suruh kurir aja, ya? mau-maunya kerja kayak gitu. dasar kurir"
" ha ha ha, makasih." jawab putri dengan nada datar
putri sulung segera menuju ke ruangan pribadinya. baru aja masuk,
" adikmu kemana?" tanya ratu
" nah, ga tau. aku pikir bunda tau,"
" dia bawa kudanya?"
" ya"
" dia pergi ke arah mana?"
" barat daya"
" dia pamit ngga sama kamu, nak?"
" boro-boro pamit, bun. paling juga main ke kerajaan Sarang."
" oh, ya sudah."
dengan mengangkat bahu dan geleng-geleng kepala, putri sulung menuju ke tempat tidurnya. berganti gaun dengan pakaian biasa. baru 5 menit kemudian, bencana lain datang. kemarahan putri sulung sudah sampai di ubun-ubun.
" kak, aku minta eyeliner donk." putri bungsu masuk tanpa mengetuk pintu
" hey boncel!! beraninya masuk tanpa ketuk!"
" aish, kakak ini bawel. minta eyeliner sini."
" dasar miskin., beli sendiri sana."
" dasar kakak pelit!"
BRAKKK!! pintu di banting.
"kau tau artinya pintu kan?! banting saja kasurmu sekalian!!"
" aish, dasar keterlaluan." gumamnya sebal.
setelah petang tiba, raja pun pulang dari seabrek kegiatan hari ini, dengan tampang capek pun raja masih terlihat tegas dan berwibawa, nggak salah kalo banyak yang menyegani raja. namun yang amat di sayangkan, pangeran sulung nggak mewarisi itu semua.
setelah raja membersihkan badan dll, sadarlah ia bahwa pangeran sulung nggak ada di istana.
saat makan malam kali ini,
" kemana perginya pangeran sulung?!" segera sang raja memelototi yang lain.
" mampus, pasti pada tanya aku. aish," ujar putri sulung pelan pada dirinya sendiri.
" putri sulung, kemana perginya adikmu?"
" akh! bener kan." umpatnya dalam hati " main mungkin" jawabnya acuh
" bicara yang sopan! kau ini seorang putri! kemana dia? kau pasti tau."
" ayahanda yang terhormat, aku memang papasan sama dia di gerbang, tapi aku nggak tau dia di mana ato kemana. dia bawa kuda dan pedang ke arah barat daya. puas?" jawab putri geregetan tanpa menaikkan nada suaranya.
" ayah, maksud kakak mungkin ..." mendadak putri bungsu caper
" ga usah di tambahin! malah ruwet kalo kamu yang ngomong!" sahut putri sulung emosi
" udah, udah, kita makan dulu aja." lerai ratu sambil menyuapi pangeran bungsu
No comments:
Post a Comment