"aku hanya daun yang jika ada angin meski sangat pelan, akan gugur. tanpa melambai. gugur dan terjatuh, langsung ke tanah. seketika itu juga akan di lupakan oleh pohon.
pohon bagaikan dunia ini, yang kokoh. sedangkan daun-daun adalah para manusia. ada yang baru tumbuh layaknya bayi yang baru saja lahir, ada yang suda lama berdiam dan menetap di sana. ada juga yang gugur dan jatuh ke tanah, menemui ajalnya. begitu pula dengan bunga dan buah. jika manusia tersebut menemukan seseorang yang di sebutnya 'spesial' dia akan bebunga. bunga tersebut di rajut agar semakin indah dan mekar. kemudian berbuah. itulah cinta."
kutuliskan kata-kata yang sepertinya mempunyai banyak makna terkandung di dalamnya. biarlah. toh itu hanya kata-kata. yang ada dalam pikiran, mendesak untuk segera tertuang di selembar kertas putih. bergabung dengan yang sudah lebih dahulu ada mengisi sang kertas yang baik hati mau dan rela membiarkan tubuhnya di huni oleh bercak kata-kata yang hitam. padhal HITAM kan lambang dari KEJAHATAN, KOTOR, NISTA.
kuteruskan menulis dan menulis. jika ini dibiang hobi, jawabannya BUKAN . aku tidak punya hobi lain selain sakit. hobi itu sesuatu yang digemari dan dilakukan di saat waktu senggang kan? dan hobiku sakit. menulis adalah KEBIASAANku. HABIT( b.inggris kebiasaan-red) itu kejadian yang dilakukan berulangulang bukan? lupakan bahwa kebiasaan itu membentuk pribadi seseorang. itu salah besar. kebiasaan takkan mengubah pribadi seseorang. ia layaknya virus komputer yang jika di HEAL akan hilang. ya, kebiasaan akan hilang jika ia merasa tergantikan. buktinya banyak kok orang jahat jadi baik. jgn sangkutpautkan KESADARAN, karena KESADARAN hanya muncul sesaat. KESADARAN hanya muncul saat manusia itu ingat akan apa yang telah ia ucapkan. bisa jadi cuma sekali, atau berkalikali.
itu faktanya. akupun mengalami. karena aku JUGA manusia sama layaknya manusia yang lain.
aku bosan, aku memutar film dari laptop. heuh, lagilagi film kisah cinta yang berakhir dengan SAD ENDING . karena sudah sering kutonton, aku bahkan hapal kata-katanya .
No comments:
Post a Comment