PART 1 : HIDUP
kemaren sore aku merasa sakit sekali bukan cuma dari fisik tapi juga batinku . aku ingin marah namun segera kutahan. akhirnya aku memilih keluar kamar. aku
memilih untuk naik sepeda memutari kompleks naik-turun , setelah 6 tahun tidak pernah mengendarai sepeda, untungnya aku masih bisa mengendarainya cukup baik , memutari kompleks naik-turun membuatku capai sekali namun tak kufikirkan rasa letihku. yang penting aku rilex . sampe rumah aku benar-benar berkeringat dan akuh ngerasa bebanku slama 5 jam, daritadi siang, hilang .
aku
pikir ini sudah selesai dan sudah tak akan sakit lagi setelah aku berolahraga sedikit. aku berjalan dengan gontai dari garasi
, blum ada 5 langkah akuh jatuh . pening , aku jalan
lagi tujuanku ke kamar untuk istirahat sejenak. di ruang keluarga aku kembali terjatuh dan sudah tak kuat untuk berdiri lagi , mamah yang sedang berada tepat di sampingku kaget dan segera melarikan diriku menuju RS.
masih terasa pening dan mataku berat . saat itu, rongga pernafasanku kembali sesak . dadaku sakit sekali . aku terheran-heran. biasanya refleks mamah tidak secepat itu. perubahan yang cukup ganjil.
alhasil
paginya aku sama sekali nggak bisa bangun, mamah masuk kamar dan
menanyakan kabarku. aku cuma senyum seakan baikbaik saja. hatiku
berteriak, SEMUA JAUH DARI BAIKBAIK SAJA!!! HATIKU SAKIT! AKU MERASA
LEMAH! BODOH!!
aku tahu percuma saja ucapkan kenyataan di
rumah yang isinya hanya kepalsuan. jam 10 pagi, kuputuskan untuk keluar
kamar. lengang. seperti biasa, tak ada orang di rumah jam segitu. mamah
sudah pasti pergi entah kemana. ayah pun pasti udah di kantor ngurus ini-itu tetek-bengek perusahaan yang lebih penting daripada nyawa dan
kebahagiaanku. adikku? sekolah. melupakanku ketika mereka bertemu dengan
teman-teman yang bisa memberi semua yang mereka mau.
aku
hanya tersenyum sebentar dan memutuskan untuk mandi. menyegarkan badan
dan mendinginkan otakku. sering terfikir bahwa aku bukan anak kandung
mereka. mana mungkin mereka yang segar bugar dan bisa apa aja itu
melahirkan aku yang sakit-sakitan dan hidup hanya dengan obat yang
berbeda di tiap sesi minum dan makanan yang tak bisa kupilih sesukaku?
aku hanya menghela nafas.
(to be continue)
No comments:
Post a Comment