PART 3 : KEHIDUPAN DI LUAR KAMAR DAN RUMAH
malam
ini aku tetap memandangi langit yang kelam dan semakin menghitam. tapi
kenapa tak ada setetespun air hujan? menyesal aku menunggu sang hujan.
kutarik kursiku ke dalam kamar dan mulai menutup jendela * lebih tepat
kubilang pintu* balkon dan menyalakan lampu kamar.
sigh!
aku tergoda dengan layar laptop yang seakan memanggilku. di sana banyak
anak kata yang terdiam dan tidur. mungkin sudah kenalan sama yang baru
sampai di kertas putih.
akhirnya aku memilih untuk mulai
duduk dan menghadap layar laptopku. mulai mengetik huruf demi huruf.
minggu
depan aku sekolah *LAGI* setelah sekian lama aku di kamar a.k.a rumah.
oke,
kita mulai saja pembicaraan tentang sekolah.
"sekolah, hanya
tempat seperti penjara dengan sistem senioritas dan keSERAGAMan.
layaknya penjara di mana para penghuninya memakai seragam yang sama dan
melakukan aktifitas yang hanya ituitu saja. hanya menurut apa kata sang
pimpinan. sekolah, tempat dimana seharusnya murid di DIDIK tapi
rupanya sekarang sudah berganti jadi tempat anak di ANCAM. salah
sedikit, kena point. point itu bukan sebagai REWARD tapi PUNISHMENT.
sekolah, tempat yang begitu luas yang hanya dapat di tinggali oleh
beberapa ratus anakanak berseragam sama dan beberapa orang dewasa yang
juga berSERAGAM di sebut guru dan tetekbengeknya. sekolah, tempat
di mana sang papan tulis kotor lalau di bersihkan lagi. kotor lagi, di
bersihkan lagi. seterusnya. sekolah, tempat di mana samapahsampah
menggunung. tempat untuk melatih kosakata KOTOR baru yang
terlarang di ucap di rumah. tempat untuk membuang bukubuku yang malas di
simpan di rumah. tempat untuk merubah para anakanak yang biasa di sebut
siswa menjadi pemberani dan pembangkang untuk lingkungan rumahnya..."
(to be continued)
No comments:
Post a Comment