Sunday, October 31, 2010
afraid
i wanna post a fan fiction but it's my crazy idea. about me and taemin. doing a program like WGM but not that bad. it tells about our relationship and others. but I'm too afraid, so maybe will post later >< mianhae
The Time Line [part 4]
[Lee Jin Ki POV]
Aku benar-benar tidak habis pikir. Rupanya masih ada saja iblis yang masuk ke dalam rumah Min Ho ketika kami sedang tidak ada di dekat Hyo Jin. Sekarang aku harus membersihkan semuanya dan menarik Hyo Jin keluar. Tapi yang jadi masalahnya, iblis yang bersama Hyo Jin hanya iblis yang baru lahir beberapa hari yang lalu. Auranya tidak kuat, dan aku tidak dapat mendeteksi apa dia sudah pergi dari Hyo Jin atau belum.
Aku harus menarik Hyo Jin keluar. Harusnya ini tugas Tae Min sebagai pelindungnya, tapi bahkan iblis itu bisa menghasut Hyo Jin untuk mengusir Tae Min dari dekatnya. Aku harus bisa masuk ke kamar Hyo Jin bertiga, lengkap dengan Jong Hyun dan Tae Min. lebih baik aku segera menuju ke rumah Ki Bum.
“Onew hyung, ngapain kau ke sini?” Jong Hyun langsung melontarkan pertanyaan begitu aku sampai di ruang tamu rumah Ki Bum.
“Hyo Jin butuh kita.” Tepat setelah aku mengucap kata Hyo Jin, Tae Min menampakkan wujudnya di depanku. Rekanku satu itu benar-benar tidak bisa diatur bahkan hanya untuk masalah menampakkan wujudnya.
“bagaimana keadaan Hyo Jin?” tanyanya. Nada khawatir tergambar jelas dari wajahnya. Baru sekali ini aku melihat Tae Min begitu cemas.
“ternyata benar bahwa aku tidak bisa lengah. Masih ada iblis yang berkeliaran di sekitar rumah Hyo Jin.” Jawabku hati-hati. Aku tidak ingin Ki Bum ikut mendengarnya. Ini bukan masalah manusia.
“lebih baik kita pergi dari sini.” Ucap Jong Hyun menarikku dan Tae Min keluar.
Kami memutuskan untuk menuju ke arah atap apartment dan segera melanjutkan topik tadi.
“jadi, ada apa?” tanya Tae Min, wajahnya bertambah cemas. Dia semakin terlihat dewasa.
“Hyo Jin?” tanya Jong Hyun memancing kata-kataku
“aku butuh kalian untuk ikut aku mengusir bayi iblis yang kekuatannya mungkin saja setara denganmu, Jjong. Aku tidak tahu pasti, tapi sejak tadi sore aku mendengar Hyo Jin meraung-raung seperti orang kesakitan dari dalam kamar. Aku tidak berani masuk karena Hyo Jin tahu kapan dan di mana aku ada. Satu-satunya yang masih tidak terdeteksi oleh Hyo Jin adalah kau, Kim Jong Hyun.”
“lalu apa tugasku?”
“keluarkan Hyo Jin dari kamar. Bujuk dia bagaimanapun caranya.”
“tapi katamu, iblis itu kekuatannya bahkan sama denganku? Apa kau mau menjamin kalau aku yang hangus karena dia? Dan dia tidak tahu kapan aku ada. Bagaimana bisa aku menariknya keluar?” dari nada suaranya, Jong Hyun terlihat takut. Ini kali pertama aku melihatnya ketakutan.
[Lee Tae Min POV]
“karena kau tidak bisa terdeteksi itulah maka iblis itu pun tidak akan menemukanmu. Kau kan bisa menariknya dengan caramu sendiri. Anyway, aku tidak tahu dia ada di bawah pengaruh iblis seperti yang aku lihat atau jangan-jangan…” Onew hyung menggantung ucapannya
“penghancur! Sialan! Aku tidak bisa diam. Biarkan aku yang kesana.” Aku segera berdiri, kepalaku panas. Aku sangat benci dengan musuh bebuyutan kami itu. namun Onew hyung dan Jong Hyun hyung keburu menarikku duduk dan mencengkeram bahuku.
“sabar dulu! Kalau benar yang ada bersamanya adalah penghancur, harusnya Min Ho juga merasakan. Jadi kupikir ini adalah iblis. Aku masih belum bisa mengukur seberapa besar kekuatan iblis itu. lebih baik serahkan pada Jong Hyun. Setelah Jong Hyun berhasil bawa keluar Hyo Jin. Segera bersihkan Hyo Jin dan lindungi dia selama 24 jam penuh! Jangan sekali-kali menghilang dari hadapannya!” Onew hyung menjelaskan segalanya dengan detail. Aku masih tidak bisa berfikir jernih. Bagaimana bisa aku selalu ada di dekat Hyo Jin?
Akan segera kulakukan perintah dari Onew hyung. Ini menyangkut Hyo Jin. Apapun akan kulakukan untuk melindunginya, sebelum poinku berkurang dan aku harus pergi darinya. Aku tidak tahu sejak kapan aku menjadi seposesif Jong Hyun hyung pada manusianya. Aku hanya tidak bisa melihat wajah kesakitan Hyo Jin. Hanya 1 yang harus kulakukan,
“kita berjaga di luar kamar Hyo Jin.” Ucapnya mengakhiri penjelasan misi kami.
“kalau aku tidak keluar selama setengah jam…”
“aku akan masuk. Kubunuh iblis itu!” jawabku masih marah.
“kalau kau semakin emosi, bisa-bisa kau tidak ubahnya iblis itu sendiri! Bersabarlah! Pikirkan dengan kepala dingin.” Ucapan Onew hyung kali ini berhasil menenangkanku sedikit.
Akhirnya setelah kami berhasil menyusun misi, kami bertiga segera turun dan kembali ke rumah Key.
[Kim Ki Bum POV]
Sebenarnya ada apa sih dengan mereka ini? Sekarang mereka malah meninggalkanku di rumah. Lebih baik aku keluar sebentar. Dasar para pelindung, banyak sekali sih rahasia di antara mereka dan manusia? Aku jadi ingin seperti mereka.
Tok..tok..tok…
Label:
Choi Minho,
Fan Fiction,
Hyojin,
Kang Youngwook,
Kim Jonghyun,
Kim Kibum,
Lee Jinki,
Lee Taemin,
SHINee
Watch Your Watch (english) [part 1]
Watch Your Watch
Watch you watch
Dongho/Youngie (Kang YoungWook)
SHINee – One
“I don’t want to! Let me go now!”
“you will go with me, now!”
“Dongho-ya, stop it for real!”
Kang Young Wook
Today is my first day to enter my new high school. I enter this school just because dad force me to. For serious I really don’t want to have an english class. It’s all because dad is part of main department in charge of guarding the president of Korea.
Dad want me to be like mom. Mom is a singer and model. She’s great in english just like dad. But I really don’t wanna be like them. I just want my days like another girls in my age. Going to mall to shopping without any bodyguards, play with friends, and maybe have a boyfriend?
It’s really tiring when your days full of tasks and your parents still send you to special school to get lessons about the methods to be high state officials. Yes, I’m the only child in my family. That’s why I must bear a burdens as dad’s successor.
The only words suits me right now is just. My life is really suck. I just enter the first gate and hell. Many people – new friends – who are childrens of dad’s colleagues in his department start surrounded me and ask me to make friends with them. They just want me being their friends to abuse me, maybe.
I really miss my old years. When I still in the first grade of my elementary school time. I haven’t moved to Seoul that time. The short but most precious moments in my life.
The welcoming new students ceremony just end and now I already enter my class. Thanks God, dad didn’t put me in special class. Special class is for childrens of high state officials. I wanna have a true friends. Not just business friends.
**
Shin Dong Ho
Always like this if new school year coming. There are many childrens of high state officials come to my school. Okay, they will be my junior. It’s still really hard to believe I study here and I just move to the second grade.
I still handle the student council. I like to see many people come when there are new events or announcement made from us – student council – and see them both smiling or sighing. Especially when exam weeks come, they are really funny. They can make many differents expression. I got many inspiration from them.
As a head of student council, I got my own room. It’s really good for me. I’m not in the same level of them who come from middle up families. I just an ordinary boy who got my luck to study here. It’s all because of him.
The man who help me to enter this school is a member of school committee. It’s an old story, but for the truth, he is my inspiration. I wanna be like him. I will make him proud of me even if he already forget me.
**
“Dongho-ya. We still have a briefing soon. C’mon let’s go.” Said the boy. “oh. Okay. I’ll coming. Just a minute, please.” The boy called Dongho replied. “you mustn’t late.”
“I won’t, Taemin. Just trust me. How long did you work with me, huh? If I can’t come, you still can lead the meeting.” Dongho answered easily. “I’ll make you out from your room if you dare to do that.” Taemin just poke Dongho’s back gently. “okay, okay. Don’t disturb me now. I’ll finish my report.” He answered and smile. Bright smile.
The council briefing just ended a minute ago. Dongho, Taemin and their fellows back to their own classes. “Dongho-ya. There is a girl asked me yesterday about you. I think he attracted to you.” Taemin start their conversation. “attracted to me? You kidding? She must be like you and asked about me so she can talk with you.” Dongho quibble and just smiling.
“I’m serious. And you know? She’s one of our school committee’s child.” Taemin still goes on. “Taemin-ah. You knows me well, don’t you? I don’t like them. I didn’t suit them, at all.”
“Dongho-ya. You are the head of student council. Who don’t like you? You’re clever, attracting, have many relations, good at manages everything you handle …” “I doubt something. Are you sure there are a girl who asked about me, or just you the one who want to date with me, huh?” Dongho start joking. “hey! I’m not gay. I know all about your bads. Even if I’m a girl I won’t date you, heck.” Taemin pretended to be offended.
“haha. Really? I’m sure if you’re a girl I will dating you.” They finally enter their classroom and sit. Taemin is vice chairman in student council. He always besides Dongho. Taemin is Dongho’s best friend. Like Dongho said before, just Taemin who knows him well.
The bell is ringing. Breaktime start. As in another usual high school. The canteen is crowded. When Dongho comes to canteen, there are some girls – seems like they are his junior – come closer and give him chocholates and even lunch box and go in sudden. Taemin who stands beside Dongho try to not laughing and just turn around.
Dongho quickly drag Taemin and go from that place. They arrived at school backyard. “hahaha. I already told you, Mr. Shin Dongho. You’re popular.” Taemin can’t held his laugh anymore. “aish, this kid! Go eat this all.” Dongho passed all his gifts to Taemin’s hand. “ya! Ya! Where will you go!” Taemin hold Dongho’s uniform.
When they stop joking, there’s a girl appear in front of them both. Jumped down from the tree branch and straighten her hair and uniforms. Dongho and Taemin shocked and just stare at her. The girl seem didn’t see they two because she just walk without any words.
“who is she?!” Taemin asks, finally. “why you ask me?” Dongho still half lost his mind. “is it possible if she is a …” “ya! Don’t say something like that! Let’s go.” Dongho left Taemin behind. “wa… wait me!”
Label:
Dongho,
Fan Fiction,
Kang Youngwook,
Lee Taemin,
U-KISS
MINE [part 2]
“Hyo, ikut aku.” Ucap Jiko menggamit lenganku dan kami semua menuju ke balkon.
Mereka tidak berkata apapun, namun segera Chomi, Jiko dan Kibum segera membentuk lingkaran dan segera Taemin dan Jin berada di antara mereka, mengelilingiku.
Aku tak ingat lagi, yang kutau, aku melihat kejadian yang sangat mengerikan. Kecelakaan yang menimpa orangtuaku. Aku shock dan terjatuh. Aku bagai ada di sana. Menyaksikan dengan kedua mataku sendiri. Kedua orangtuaku tergeletak tak berdaya. Eomma dan adikku yang akan lahir terpental dari mobil, aku melihat kejadiannya. Appa terjepit di dalam mobil. Aku tak dapat menuliskannya, terlalu mengerikan.
Aku bangun dan kurasakan tubuhku penuh keringat dingin serta air mata. Kibum memelukku dengan erat. Aku melihat Taemin memalingkan muka dariku, yang aku tahu mereka semua menangis bersamaku. Jin ada di samping Kibum, menarik Kibum dariku.
Aku tak ingat lagi, Jiko cerita bahwa aku pingsan hampir seharian. Kejadian itu membuatku menutup diri dari mereka. Aku merasa aku tak bisa berteman bersama mereka lagi. Aku marah pada mereka yang membiarkanku tau kejadian sebenarnya. Saat itu aku marah dan meninggalkan mereka. Aku merasa bersalah dan selalu menghindar dari mereka.
Tahun terakhirku di Jeonju EES, kulewati dengan menjauh dari mereka. Taemin juga tidak pernah muncul, namun aku sadar bahwa Taemin selalu mengawasiku. Aku masuk ke Jeonju Middle School For Girls. Aku berusaha melupakan mereka. Saat itu yang kutahu Kibum pindah ke Seoul, tentu bersama Jin. Tahun kedua aku sekolah di Jeonju MSFG, aku dapat kabar bahwa Chomi dan Jiko juga pindah ke Seoul.
Setelah lulus SMP, aku merasa amat kesepian. Aku merindukan sahabat-sahabatku dan memutuskan untuk ikut pindah ke Seoul dengan menjual rumah dan menempati sebuah apartment sederhana. Saat itu aku mulai menerima kembali kehadiran Taemin. Taemin selalu bersamaku. Aku mulai membuka diri kepadanya. Aku mulai mengingat yang lain dan secara diam-diam mencari tahu tentang mereka. Jiko dan Chomi berada di Cheongdam High School. Kibum ada di Seoul International High School.
Aku bekerja sambilan di sebuah restoran untuk menghidupiku. Aku mulai kembali bertemu dengan Jiko, Kibum dan Chomi. Mereka pindah ke apartment yang sama denganku. Aku sering kecolongan, Kibum kadang membayariku sekolah, atau uang sewa apartment. Ada saja yang ia lakukan tanpa izinku. Namun aku tak dapat menolaknya, aku merasa kembali hidup ketika bersama mereka.
**
“Hyojin.” panggil Jiko yang mendadak ada di balkon jendelaku
“Jiko! Berapa kali ku peringatkan?!!” aku seperti tersengat listrik, dan segera menimpuknya dengan bantal kepik kesayanganku.
“mianhae. Temani aku.” Ucap Jiko segera masuk dan duduk di meja belajarku
“kemana?”
“kemana saja.” Ucapnya sambil membenahi rambut berantakannya, yang tidak pernah rapi
“pasti kau ada masalah dengan appamu lagi. Baiklah.” Jawabku menyambar jaket abu-abu yang tergeletak di kasurku. Belum sampai di pintu,
“Hyoji~~n! yohooo~” ucap Kibum masuk ke kamarku tanpa izin. Bersama Jin tentunya
“mian, Hyo. Aku sudah peringatkan dia,” ucap Jin merasa bersalah
“apalagi ini!!??” aku memutar bola mataku yang segera tertumbuk ke arah meja komputerku. Benar saja, di situ sudah ada Taemin, malah dia hanya tersenyum.
“Hyojin, aku kemba… kalian ngapain di sini?” tanya Chomi.
Lengkap sudah! Kelima perusak – maksudku pelindungku – ada di sini.
“Jinki hyung, ngapain kau ada di sini?” tanya Kibum
“aku mau mengajaknya jalan-jalan.” Jawab Jiko segera merangkul pundakku. Taemin segera menepis tangan Jiko dan menatapnya tajam
“berani menyentuhnya sekali lagi, kulenyapkan kau!” ucap Taemin
“akhir-akhir ini kau jadi sensitif, Taem.” Ucap Jin
“aku paling tidak suka ada orang yang berusaha menyentuh sesuatu yang kulindungi.” Serunya lalu menghilang, dan tiba-tiba ada di kasurku. Dia bilang aku ini ‘sesuatu’? dasar bocah sial!
Seperti biasa, berakhir di meja makan. Kibum memasak untuk kami, aku bercerita apa saja pada Chomi, bermain dengan Jin dan Tae eonni, dan Jiko sibuk dengan makalahnya. Dia baru masuk kuliah sih.
**
“Hyojin sebentar lagi akan menjadi seorang lady.” Ucap Jonghyun
“Hyojin itu perempuan, namun dia selalu bersama kita. Kita ini terlalu jahat ya.” Celetuk Kibum
“daripada menyerahkan Hyojin pada orang yang tidak dikenal, aku lebih suka melihatnya berada di antara kita. Meski aku agak tidak suka dengan sikap Jinki yang akhir-akhir ini menempel terus pada Hyojin-ku.” Ucap Taemin mendadak ada di sebelah Kibum
“Hyojin-MU?” tanya Jinki agak tidak terima
“ya! Aku sudah bilang berkali-kali jangan datang tiba-tiba!” ucap Kibum melempar sendok es krimnya ke arah Taemin. Segera Taemin menghilang dan berdiri menyandarkan diri di tembok.
“aish, jinjja! Kau ini, berlakulah seperti manusia sedikit!” protes Kibum sebal
“kadang aku berpikir, akankah di antara kita terlibat cinta dengan Hyojin?” tanya Minho, masih dengan nada datar.
“ya! Kau tiba-tiba mengatakan sesuatu yang ganjil ditelingaku!” ucap Jinki menimpuk Minho dengan bantal.
“aku kan hanya bertanya.” Jawab Minho melempar kembali bantalnya ke Jinki
‘her whisper is the lucifer…’ [Hyooo calling…]
Label:
Choi Minho,
Fan Fiction,
Hyojin,
Kim Jonghyun,
Kim Kibum,
Lee Jinki,
Lee Taemin,
SHINee
This Thing (full english) [part 1]
this is the first time I wrote my ff in English. and my English still very much lacking. please forgive me if there are still many wrong structures or words or anything. please enjoy and comment. :)
This Thing
This Thing
He just sit in the corner of the class, in silence. He keep silent. Not waste his time to look over this empty room. Stay still. The tears start falling without he noticed. He don’t know anything. Why. How. Where. What. Which one. When.
But suddenly something pooped up with a gentle voice. Something shining and it’s looks like flying over him. Something who is look like a human after its form finally complete. Which is a girl. Lean on his shoulder and start sighing harshly.
He doesn’t care, though. Still tearing. The girl stay leaning. They are both tearing now. No one talking, but their hands stick out together in sudden. “you’re my human.” She said. His eyes open and getting bigger. Shocked but didn’t move at all. “you are the one whom I must take care of.” She continued. Then leaving
Taemin just stand up for a second. Wipe his tears and take his bag. Go home. Nothing else come in his mind. He feels the girl pulled him to go home. Rain pouring hard when he’s out. Wind changes into storm. But Taemin still walks in his way to home like this time is sunny day.
*=*
“what’s guardian? I don’t need any of.” He said confidently on his bed. His eyes closed thightly. “I’m not live, already.” “that’s why I said I’m your guardian.” The girl start shouting and her aura goes darker.
“what’s your purpose?” ask Taemin careless. “your hyung order me to. He’s no longer my human.” She explain it in a simple way. “you’re hyungs? And he give you to me now? He dumped you.” Say Taemin mocking her.
“It’s good. I didn’t fit in him, anyway. But I can feel what did you felt.” The girl just answer it easily. “what did hyung do to dumped you?” Taemin shows his dissapointment clearly. She just sighing slightly and answer, “ask him personally.” Before Taemin opens his eyes, she disappear. Taemin just smiling plain.
Taemin wants to sleep more. Sleep like dead. But he can’t. his eyes already open widely. He never thought he still crying like 2 years ago, but the hurt didn’t up again. “I still alive. But I also have no heart. I’m turning into something like a robot or maybe a zombie. And who’s that girl anyway? She’s irritating.” He whispered softly. Clueless. She still in Taemin’s room. Watch every movements he did. Hears every single words he spoke. But just smiling and then going back to her own hometown.
The boy starts crying. He can’t stop his tears. It’s getting hard for him to breath. He just realize that it didn’t hurt anymore. He just want to. But has no feeling about what has happening right now. He wipe its and rub his eyes. But how much he wiped it, still same.
The poop sound comes again. She comes but just stand away like before. Not disturbing. She knews all about him, always looking at what he had done. But, she just doesn’t want to appear in front of her human.
to be continued . . .
Label:
Choi Minho,
Fan Fiction,
Hyojin,
Kim Jonghyun,
Kim Kibum,
Lee Jinki,
Lee Taemin,
SHINee
Subscribe to:
Posts (Atom)