Wednesday, March 31, 2010

hide side of life *part 2 full*

PART 2 : PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI



sering aku berfikir, kenapa banyak sekali film yang di akhiri dengan kesusahan, mati, atau segala lain yang intinya SAD ENDING . kurasa hal itu menjadi masalah. itu membuat orang yang kejadian dalam kehidupan nyatanya hampir sama menjadi seakan di tuntun mengalami kepedihan yang sama dengan para pemain film itu. TIDAK PEDULI.



cih, aku mulai pusing lagi. kutinggalkan laptop dan berbaring. kusibakkan gordin kamar. mendung. namun mengapa hujan tak kunjung turun untuk memberi hidup sang tumbuhan hijau? suasana ini membuatku nyaman sekaligus takut.



tiba-tiba saja handphoneku berbunyi. sebentar lagi mamah pulang. beliau menyuruhku untuk istirahat dan minum obat. pertanda apa ini? cukup aneh.



perlahan aku berdiri. namun pusing yang kudapat siang ini terlalu berat. bagian bawah-belakang kepalaku nyeri. inikah tanda saat aku akan gugur? sedetik aku terdiam. ada rasa takut menyelimuti pikiranku. kenapa aku?



buru-buru aku menuju kamar mandi dan mendinginkan kepalaku. yah, cara inilah yang ku anggap obat. kubiarkan diriku basah di bawah derasnya air yang keluar dari shower. tertegun sejenak. kenapa aku jadi sok melankolis? gara-gara film yang suda kutonton berkali-kali tadi? kenapa aku jadi malah ikut-ikut berfikiran buat mati? aku dan cerita itu sama-sekali berbeda. hhh, kebawa emosi sesaat deh.



aku terinspirasi! aku lari ambil handuk dan mengeringkan tubuhku lalu kembali kedepan laptop. kertas putih, tunggu saja. akan kuberi kau teman-teman baru. kata-kata bermakna spontanku, meluncurlah kalian dari sempitnya rongga otakku. kuperintah sang otak untuk me-refresh ulang dirinya.



" wanita, perempuan, cewek. kenapa ditakdirkan berbeda dengan para pria, cowok, laki-laki? perempuan itu lemah dan berfikir lewat perasaan. itu sama saja seperti binatang yang membau lewat instingnya bukan? toh samasama PERASAAN. kimochi( bahasa jepang perasaan-red) ..."



namun sebagai sama-sama makhluk berjenis kelamin perempuan aku pun mempunyai rasa tidak suka terhadap persepsiku sendiri. dengan emosi labil, perasaan yang kuat, wanita atau yang lebih sering kusebut cewek pun bisa kuat. lebih kuat dari makhluk yang di beri nama laki-laki. TENTU SAJA!



"bayangkan jika di dunia ini hanya ada makhluk bernama laki-laki alias cowok yang berfikir dengan otak tanpa bersinkronisasi dengan hati. tumbuhan hijau yang sudah ditanam tidak akan mempunyai makna yang hidup karena hanya di urus berdasar ketentuan logika laki-laki. jam segini siram tanaman, jam segini pupuk tanaman, jam segini biarkan tanaman terkena sinar matahari. sama seperti robot dengan otak sebagai chip inti dan berisi program serta data-data yang harus dilakukan selama makhluk itu hidup. sedang jika wanita yang melakukannya mugkin perempuan itu akan mengajak sang tanaman berdialog. itu juga dibutuhkan makhluk hidup seperti sang tumbuhan bukan? KASIH SAYANG."



bukannya aku menjelek-jelekkan laki-laki. itu hanya persepsi dasarku. namun intinya aku suka dengan cara berfikir menganut logisme. itu lebih bisa cepat diserap daripada menunggu perintah, sebut saja ilham, dari hati. terlebih lagi jika perintah itu datang dari hati, kami para perempuan masing sering menimbang keputusan dengan resiko yang kadang pilihan akan berbalik dengan apa yang di harapkan. disaatsaat itulah logika di perlukan. namun tak berarti aku benci sifat batinisme alias peka dengan perasaan. TIDAK! aku juga punya itu dan aku menikmatinya.



makhluk bernama laki-laki itu memang terkesan dingin, sudah kubilang mereka seperti robot, sedang perempuan lebih bisa membawa diri atau singkatnya luwes. contoh saja mamah dan ayahku. ya, mamahku adalah sosok wanita yang memenuhi semua kriteria dalam persepsiku. sedang ayahku SANGAT memenuhi kriteria laki-laki di mataku. tentu saja. mereka yang aku lihat dari kecil. kuperhatikan, kucontoh. kujadikan panutan dalam hidup. tak ayal pula kujadikan contoh bagi kertas putihku. maka tak salah jika aku punya persepsi tentang laki-laki dan perempuan seperti itu karena aku dibesarkan di dunia yang berisi makhluk tersebut. adik-adikku? mereka lebih cock menjadi mamah jr. dan ayah jr. mereka seperti kloning dari kedua orangtuaku. sikap mereka padaku pun tak jauh berbeda.



ah, bahuku pegal. suramnya kamar ini. tak masalah bukan jika aku menyetel MP3. dengan volume yang hanya aku yang bisa mendengarnya. kupilih lagu yang sepertinya bisa membangkitkan semangat siang ini. kubuka jendela kamarku setelah 2 tahun terakhir dibiarkan tertutup agar tak ada debu yang masuk dan membuat hidungku menangis. mumpung tak ada orang rumah, aku ingin sedikit ada celah untukku melihat langit mendung. jendela yang mempunyai balkon kecil ini sungguh multifungsi buatku. kugeser meja dan kursi kecilku kesana.



"tak adakah niat untukmu lari dari rumah?" otakku tiba-tiba menemukan pertanyaan bodoh itu. jawabannya. tidak akan. aku sudah cukup bahagia berada di kamar. buat apa aku melarikan diri dari kamar ini? toh aku sudah bisa melihat langit mendung dan bulan purnama dari sini. lagipula aku hanya akan menyakiti jasadku jika berfikir untuk lompat dari balkon kamar yang berada di lantai 2 ini.



sebenarnya menyakiti jasad tak apa pula .. toh hanya JASAD !

(part 2 end)

No comments: