PART 2 : PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI
sering aku
berfikir, kenapa banyak sekali film yang di akhiri dengan kesusahan,
mati, atau segala lain yang intinya SAD ENDING . kurasa hal itu menjadi
masalah. itu membuat orang yang kejadian dalam kehidupan nyatanya hampir
sama menjadi seakan di tuntun mengalami kepedihan yang sama dengan para
pemain film itu. TIDAK PEDULI.
cih, aku mulai pusing
lagi. kutinggalkan laptop dan berbaring. kusibakkan gordin kamar.
mendung. namun mengapa hujan tak kunjung turun untuk memberi hidup sang
tumbuhan hijau? suasana ini membuatku nyaman sekaligus takut.
tiba-tiba
saja handphoneku berbunyi. sebentar lagi mamah pulang. beliau
menyuruhku untuk istirahat dan minum obat. pertanda apa ini? cukup aneh.
perlahan
aku berdiri. namun pusing yang kudapat siang ini terlalu berat. bagian
bawah-belakang kepalaku nyeri. inikah tanda saat aku akan gugur? sedetik
aku terdiam. ada rasa takut menyelimuti pikiranku. kenapa aku?
buru-buru
aku menuju kamar mandi dan mendinginkan kepalaku. yah, cara inilah yang
ku anggap obat. kubiarkan diriku basah di bawah derasnya air yang
keluar dari shower. tertegun sejenak. kenapa aku jadi sok melankolis?
gara-gara film yang suda kutonton berkali-kali tadi? kenapa aku jadi malah
ikut-ikut berfikiran buat mati? aku dan cerita itu sama-sekali berbeda.
hhh, kebawa emosi sesaat deh.
aku terinspirasi! aku lari
ambil handuk dan mengeringkan tubuhku lalu kembali kedepan laptop.
kertas putih, tunggu saja. akan kuberi kau teman-teman baru. kata-kata
bermakna spontanku, meluncurlah kalian dari sempitnya rongga otakku.
kuperintah sang otak untuk me-refresh ulang dirinya.
"
wanita, perempuan, cewek. kenapa ditakdirkan berbeda dengan para pria,
cowok, laki-laki? perempuan itu lemah dan berfikir lewat perasaan. itu
sama saja seperti binatang yang membau lewat instingnya bukan? toh
samasama PERASAAN. kimochi( bahasa jepang perasaan-red) ..."
namun
sebagai sama-sama makhluk berjenis kelamin perempuan aku pun mempunyai
rasa tidak suka terhadap persepsiku sendiri. dengan emosi labil,
perasaan yang kuat, wanita atau yang lebih sering kusebut cewek pun bisa
kuat. lebih kuat dari makhluk yang di beri nama laki-laki. TENTU SAJA!
"bayangkan
jika di dunia ini hanya ada makhluk bernama laki-laki alias cowok yang
berfikir dengan otak tanpa bersinkronisasi dengan hati. tumbuhan hijau
yang sudah ditanam tidak akan mempunyai makna yang hidup karena hanya di
urus berdasar ketentuan logika laki-laki. jam segini siram tanaman, jam
segini pupuk tanaman, jam segini biarkan tanaman terkena sinar matahari.
sama seperti robot dengan otak sebagai chip inti dan berisi program
serta data-data yang harus dilakukan selama makhluk itu hidup. sedang
jika wanita yang melakukannya mugkin perempuan itu akan mengajak sang
tanaman berdialog. itu juga dibutuhkan makhluk hidup seperti sang
tumbuhan bukan? KASIH SAYANG."
bukannya
aku menjelek-jelekkan laki-laki. itu hanya persepsi dasarku. namun intinya
aku suka dengan cara berfikir menganut logisme. itu lebih bisa cepat
diserap daripada menunggu perintah, sebut saja ilham, dari hati.
terlebih lagi jika perintah itu datang dari hati, kami para perempuan
masing sering menimbang keputusan dengan resiko yang kadang pilihan akan
berbalik dengan apa yang di harapkan. disaatsaat itulah logika di
perlukan. namun tak berarti aku benci sifat batinisme alias peka dengan
perasaan. TIDAK! aku juga punya itu dan aku menikmatinya.
makhluk
bernama laki-laki itu memang terkesan dingin, sudah kubilang mereka
seperti robot, sedang perempuan lebih bisa membawa diri atau singkatnya
luwes. contoh saja mamah dan ayahku. ya, mamahku adalah sosok wanita
yang memenuhi semua kriteria dalam persepsiku. sedang ayahku SANGAT
memenuhi kriteria laki-laki di mataku. tentu saja. mereka yang aku lihat
dari kecil. kuperhatikan, kucontoh. kujadikan panutan dalam hidup. tak
ayal pula kujadikan contoh bagi kertas putihku. maka tak salah jika aku
punya persepsi tentang laki-laki dan perempuan seperti itu karena aku
dibesarkan di dunia yang berisi makhluk tersebut. adik-adikku? mereka
lebih cock menjadi mamah jr. dan ayah jr. mereka seperti kloning dari
kedua orangtuaku. sikap mereka padaku pun tak jauh berbeda.
ah,
bahuku pegal. suramnya kamar ini. tak masalah bukan jika aku menyetel
MP3. dengan volume yang hanya aku yang bisa mendengarnya. kupilih lagu
yang sepertinya bisa membangkitkan semangat siang ini. kubuka jendela
kamarku setelah 2 tahun terakhir dibiarkan tertutup agar tak ada debu
yang masuk dan membuat hidungku menangis. mumpung tak ada orang rumah,
aku ingin sedikit ada celah untukku melihat langit mendung. jendela yang
mempunyai balkon kecil ini sungguh multifungsi buatku. kugeser meja dan
kursi kecilku kesana.
"tak adakah niat untukmu lari
dari rumah?" otakku tiba-tiba menemukan pertanyaan bodoh itu.
jawabannya. tidak akan. aku sudah cukup bahagia berada di kamar. buat
apa aku melarikan diri dari kamar ini? toh aku sudah bisa melihat langit
mendung dan bulan purnama dari sini. lagipula aku hanya akan menyakiti
jasadku jika berfikir untuk lompat dari balkon kamar yang berada di
lantai 2 ini.
sebenarnya menyakiti jasad tak apa pula ..
toh hanya JASAD !
(part 2 end)
No comments:
Post a Comment