Tuesday, October 12, 2010

When The Flower Blooming [part 2]

Keesokannya, Kevin datang terlalu pagi ke sekolah. Kevin berjalan pelan-pelan melewati gerbang dan sesekali melihat ke belakang. Pandangannya tertuju kepada seseorang yang keluar dari sebuah mobil. Hyojin dan Kiseop.
“bye~ mianhae aku hanya bisa mengantarmu. Besok lagi ya~” ucap Kiseop
“aniya, gomawo sudah mengantarku. Kau tidak perlu repot, Seoppa.” Ucap Hyojin lalu melambai sampai mobil Kiseop menghilang dari pandangan.
“mereka lagi!? Jinjja! Ini membuatku marah!” dalam hati Kevin merutuki dirinya sendiri. Dia menendang kerikil-kerikil cukup keras tanpa melihat ke arah depan. Menendangnya sekuat tenaga
“au! Sakit!” ujar suara seseorang.
“eh?! Mianha!” ucap Kevin kaget dan mendongak. Lebih kaget lagi ketika tau bahwa suara itu suara Hyojin.
“ah, gwaenchanha.” Ucap Hyojin berusaha menjauh. “jangan sampai dia berhasil ada di dekatku. Aku tidak mau kena masalah hanya karena dia ada di dekatku.” Lanjutnya dalam hati. Hyojin setengah berlari menuju ke kelasnya. Meringis kesakitan. Rupanya kerikil tadi cukup tajam dan menyobek kulit di daerah betis Hyojin.
“aah~ Hyojin-ah! Kakimu berdarah!” ucap Min-A kaget
“eh?!! Gyaa~ berdarah!” ucap Hyojin kaget dan buru-buru mencari tissue di tasnya. Sebelum berhasil menemukan tissue, tangan Kevin terulur dan mengelap darah yang menetes di betis Hyojin
“jeongmal mianha. Nan jeongmal molla. Aku tidak fokus tadi, mianha.” Ucap Kevin menunduk dan minta maaf.
“ah~ aniya, gwaenchanha.” Jawab Hyojin refleks menarik kakinya menjauh.
“ayo aku antar ke ruang kesehatan. Kau ini ada-ada saja.” Ucap Min-A heboh.
***
“babo! Babo! Bagaimana bisa aku melukai kaki Hyojin?! Aa.. aa.. sakit!” ucap Kevin pada dirinya sendiri. Kevin menendang tembok dan menggerutu kesal. Kelas masih kosong. Kevin merasa sangat bodoh. “ini semua gara-gara Kiseop!” tukasnya dalam hati dengan perasaan berapi-api. “ah, Kevin!! Neon jeongmal baboya! Why you didn’t ask her to go there together?! Why you let Min-A go with her!? Aish!!” Kevin terus menyalahkan dirinya.

Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring. Kali ini Kevin masih ada banyak schedule dengan U-KISS member. Dengan terburu-buru Kevin menulis surat pendek di secarik kertas dan segera menyelipkan di kotak pensil Hyojin.
“to: Hyojin.
Mianha atas kelakuanku tadi. Aku benar-benar tidak sengaja dan aku tidak tau kalau kerikil itu bisa sampai melukaimu. Aku harap kau mau memaafkanku. Oh iya, aku ingin bertanya satu hal. Kirim aku e-mail ke sini ya ‘kevinwoo@hotmail.com’ gomawo! Aku harap kau akan memaafkanku. Jeongmal mianha! Sekali lagi mianha! -kevin”
Kevin langsung keluar kelas setelah menulisnya, berharap bahwa Hyojin membacanya saat itu juga.

***
“aigoo~ capeknya. Aku masih harus ke ruang OSIS untuk rapat hari ini.” Ucap Hyojin pelan dan mulai beres-beres.
“Hyojin Hyojin babo~ ayo kita pulang!” ucap Hani menyenggol meja Hyojin. Kertas dari Kevin terjatuh.
“aigoo, aku masih harus rapat hari ini. Kau pulang duluan saja sana. Bucha bucha~” ucap Hyojin tanpa tau apapun mengenai surat Kevin.
***
Malam ini, Kevin terus memandangi layar komputernya dengan harap-harap cemas. Dia berharap e-mail dari Hyojin akan segera sampai. Berkali-kali dia me-refresh e-mail page sambil terus mendengarkan lagu dari i-pod biru mudanya.
“Kevin! Makan malam sudah siap dari tadi. Turun dulu dan makanlah!” ucap ibu Kevin sedikit berteriak
“Kevin-ah! Turun dan makan! Jigeumiya!” sahut sang kakak, Deanna, dengan tidak sabar.
“aish! Ne!” ucap Kevin segera turun menuju ke meja makan.
Semua makan dengan tenang, kecuali Kevin. Makan dengan terburu-buru. Dia tidak ingin terlambat membalas e-mail dari Hyojin. Keluarganya merasa risih dan terganggu.
“makanlah dengan tenang. Kenapa sih kau hari ini!?” ucap Deanna sebal melihat kelakuan sang adik.
“diamlah noona! Eomma aku selesai.” Ucap Kevin segera mengambil air putih dan membawa beberapa snack ke kamarnya.
“ya! You stubborn guy!” ucap Deanna menahan amarahnya. Ibu Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala.
***
Kemarahan Deanna tidak terdengar lagi setelah Kevin mencapai kamarnya. Ada pemberitahuan baru. E-mail masuk. Dengan semangat Kevin membuka e-mail tersebut. Alangkah sebalnya saat dia tau bukan e-mail dari Hyojin melainkan dari Kibum. Cukup lama Kevin terdiam di depan komputernya hanya untuk menunggu e-mail dari Hyojin. Waktu menunjukkan jam 1 dini hari. Rasa kantuk sudah menggelayutinya sedari tadi. Kevin menyerah dan mematikan komputernya. Ada beberapa panggilan tak terjawab di i-phone Kevin. Tidak dihiraukannya, langsung tidur. Perasaannya sangat kesal.
“apa dia tidak memaafkanku?! Itu kan hanya karena kerikil!” ucapnya kesal. “sebegitu bencinya dia padaku?! Kenapa sih?! Apa Kiseop berbicara yang bukan-bukan tentangku padanya?!”
***
Di sekolah, sikap Hyojin tetap biasa-biasa saja. Saat kerja kelompok dengan Kevin pun Hyojin tetap ngobrol seperti biasa. Bahkan mungkin peningkatan karena bantuan ChangHoo, mereka bisa ngobrol.
“kemarin, maaf ya.” Ucap Kevin memulai topik tentang kejadian kemarin.
“ah, sudahlah. Aku sudah melupakannya. Toh itu hanya masalah kerikil. Bukan sepenuhnya salahmu.” Jawab Hyojin senyum.
“kau sibuk?” tanya Kevin mulai memancing tentang e-mail
“yang pasti tidak lebih sibuk daripada kau yang seorang artis terkenal. Haha.” Jawab Hyojin bergurau.
“ah, ha..ha..ha. kemarin malam, apa yang kau lakukan?” tanya Kevin hati-hati
“eh? Kenapa memangnya? Aku si orang biasa ini? Cuma melakukan hal-hal normal. Oh ya, ini pertama kalinya kita ngobrol ya. Haha.” Ucap Hyojin. “gawat! Sepertinya gerombolan fans fanatik Kevin mulai melihat ke arahku.” Lanjut Hyojin dalam hati
“ah, begitu. Iya ya. Ini pertama kali. Oh ya, Hyojin…” belum selesai Kevin berbicara,
“Kev! Aku ke KM sebentar ya!” ucap Hyojin memotong dan langsung pergi.
Kevin tidak jadi membahas tentang e-mail hingga pelajaran berakhir.
***
Sore ini di ruang latihan U-KISS. Suasana masih awkward antara Kiseop dan Kevin gara-gara kejadian awal lalu.
“akhirnya latihan selesai. Bagaimana kalau kita makan malam dulu? Nan jeongmal baegopha.” tanya Alexander
“ah! Ayo pergi ke sebuah kedai. Itu kedai milik kenalanku. Mungkin kita akan dapat diskon, haha.” Ucap Kiseop
“haha. Kita ini miskin ya, haha.” Gurau Kibum sambil merangkul Kevin yang hanya melayangkan senyum sekenanya.
U-KISS member segera pergi tanpa pikir 2 kali. Kevin tidak tau bahwa mereka akan ke kedai milik paman Hyojin. Sesampainya di sana, dengan segera Hyojin menerima mereka dengan senyum. Kevin terlihat sangat kaget dan bengong.
“dia kan sibuk dengan OSIS. Pulang sekolah masih kerja disini? Benar-benar pekerja keras.” Pikir Kevin dalam hati sambil tersenyum kecil
“hei, ngapain kau bengong di sana? Kemarilah!” ucap Eli menarik lengan Kevin.
“aku baru tau kalau Hyojin bekerja di sini. Apa kabar Hyojinnie, terima kasih bantuannya kemarin ya.” Ucap Kibum dengan senyum khasnya.
“Kibum hyung?! Kenapa dia juga bisa kenal Hyojin?” Kevin semakin tak habis pikir.
“ah, ye. gwaenchanha oppa.” jawab Hyojin senyum.
“Kevin hyung kemarin tidak ikut sih. Kami dikenalkan dengan Hyojin noona. Dia juga sekolah di Dongguk HS lho.” Ucap Dongho semangat.
“aku kenal dengan Kevin kok. Dia teman sekelasku.” Ucap Hyojin sambil menyajikan makanan.
“jinjja?!! Whoah, Kevin, kau beruntung sekali!” jawab Eli
Kevin semakin tidak mengerti apa yang U-KISS member katakan. Rupanya tanpa Kevin ketahui, kemarin Kiseop memperkenalkan Hyojin kepada seluruh member – minus Kevin – ketika Hyojin mengantarkan sesuatu ke Kiseop.

No comments: