Part 2
Tae Min sendiri baru menampakkan diri dan bersandar di tembok, Jong Hyun yang baru datang asik memutar-mutar sendok teh Key sementara Key sendiri masak untuk makan malam.
“kurasa akan lebih praktis jika Key oppa tinggal bersama kita.” Celetuk Hyo Jin.
“TIDAK!” keempat namja lain serempak menolak usul Hyo Jin. Baru kali ini mereka terdengar kompak. Mata Hyo Jin membelalak karena kaget dengan suaa koor keempat namja tersebut.
“ya!! Memangnya kenapa kalau aku satu apartment dengan kalian sih?” protes Key berkacak pinggang sambil memegang sendok sayur dan menatap ke arah yang lain, cemberut. Sendok sayurnya diacung-acungkan ke arah masing-masing namja
“aku rasa Key lebih baik tinggal bersama Jjong hyung. Tidak baik bila Hyo bersama Key terlalu lama.” Akhirnya Tae Min bersuara.
“Tae Min! kapan kau datang?!” tanya Key kaget dan langsung menoleh. Hampir saja telur yang ia goreng ikut meloncat dari wajan.
“beberapa menit yang lalu. Kau ini keterlaluan, aku datang saja tidak tau.” Ucap Tae Min merasa tersinggung.
“dia saja tidak tau aku ada di mana.” Jawab Jong Hyun sambil mengitari rak-rak buku ensiklopedi kesukaan 2 kakak-beradik jenius ini.
“aku tahu kapan kau datang, Taem. Sekitar 3 menit yang lalu.” Jawab Hyo tersenyum, manis.
“kau selalu sensitif, Hyo.” Ucap Tae Min yang mendadak sudah duduk di lengan sofa di sebelah Hyo Jin. Tae Min mengelus kepala Hyo Jin pelan.
“jangan sentuh adikku seenakmu, balita!” ucap Min Ho segera memutar kursinya dan menatap tajam ke arah Tae Min.
“Min Ho ya, berhentilah bersikap dingin kepada Tae Min.” ucap Jong Hyun lalu ikut duduk di dekat Hyo Jin.
“minggir kau, hyung! Bantu saja manusiamu.” ucap Tae Min segera duduk di antara Jong Hyun dan Hyo Jin.
(SHINee – A-Yo)
Satu panggilan masuk, ponsel Hyo Jin berbunyi. Segera Tae Min mengambil ponsel Hyo Jin dan memberikannya.
“terima kasih, Taem. Kau selalu baik.” Ucap Hyo Jin lalu menerima panggilan tersebut.
“with pleasure, my girl.” Ucap Tae Min lalu kembali bersandar di tembok.
“hentikan memanggil adikku seperti itu, pelindung sialan!” ucap Min Ho melempar sebuah buku diktat tebalnya pada Tae Min. meleset. Tae Min segera menghilang dan ada di dapur. Mencomot sedikit hasil masakan Key.
“oke, bye.” Tutup Hyo Jin. “Minoppa, sudahlah. Taem kan tidak salah.” Lanjut Hyo Jin.
“Hyo! Bagaimana bisa kau tidak risih mendengarnya memanggilmu ‘my girl’ huh?” tanya Min Ho masih panas.
“suhunya naik.” Ucap Jong Hyun sambil tertawa mengejek.
“diam kau, rambut ayam!” seru Min Ho melirik
“wow wow. Aku takut~ hahahah.” Jong Hyun meladeni Min Ho dengan candaan.
“berhentilah, Mino. Aku sudah lelah. Cepat selesaikan tugasmu. Kenapa sih kau ini? Bisa-bisanya aku yang harus menuangkan ide.” Lerai Onew ogah-ogahan sambil mengendurkan otot-otot lehernya.
“itu kan sudah bagian dari perjanjian kita.” Jawab Min Ho segera sibuk bersama Onew lagi
“makanan siap!!” seru Key dari dapur. “bisa jalan, Hyo? Sini aku bantu.” Lanjutnya segera menuju ke ruang TV.
“kau ini, lepas dulu celemekmu, cowok feminin.” Tukas Jong Hyun
“ah, bawel kau. Saat aku tidak begitu butuh, kau selalu sibuk merecokiku. Diamlah. Sana cepat makan.” Ucap Key sebal.
Mereka, para pelindung, juga makan layaknya manusia. Mereka tidur, makan, dan beraktifitas seperti manusia pada umumnya, namun bedanya mereka mempunyai tugas sendiri-sendiri yang kapan saja dapat memanggil mereka. Tentu saja berhubungan dengan manusia yang mereka lindungi. Pelindung yang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat, poin mereka naik perlahan. Sampai di titik tertentu, poin itu ditukar dengan derajat mereka. Seperti Onew, yang sudah menjadi pelindung senior.
“ah, tidak usah. Aku harus latihan jalan sendiri.” Ucap Hyo Jin berdiri dari sofa, terlihat sangat jelas bahwa Hyo Jin kesusahan.
“ayo.” Ucap Tae Min mengulurkan tangannya dan membantu Hyo Jin berdiri.
“kalian terlihat seperti sepasang…” kata-kata Jong Hyun terpotong karena Min Ho membekap mulutnya.
“jangan pernah katakan hal seperti itu sebelum aku yakin Hyo Jin membutuhkan.” Ucap Min Ho dingin. Tatapan Tae Min menajam ketika mendengar bisik-bisik keduanya.
Hyo Jin kecelakaan 2 hari yang lalu. Kaki kanannya patah. Saat itu, Tae Min memang ada bersamanya, bahkan bersama dengan Onew. Tapi, Tae Min gagal menyelamatkan Hyo Jin sepenuhnya. Hyo Jin memang tidak terluka parah, namun kakinya patah tulang. Pihak rumah sakit juga bingung ketika mereka tau Hyo Jin kecelakaan namun tidak ada bekas luka selain patah tulang di kakinya. Dan karena kegagalan itu, poin Tae Min turun 25. poinnya turun menjadi 225 tahun yang artinya masih jauh dari kata ‘pelindung senior’. Poin Onew ikut dikurangi 15 karena Onew terlihat oleh manusia yang menabrak Hyo Jin ketika dirinya mendadak menampakkan diri saat menolong Hyo Jin. Tae Min cukup depresi karena dia tidak bisa menjaga Hyo Jin. Bukan karena tidak mampu, tapi timing yang dia ambil tidak tepat. Tae Min menjadi lebih banyak tidak terlihat.
[ Choi Min Ho POV ]
“ah, tidak usah. Aku harus latihan jalan sendiri.” Hyo Jin segera berdiri dari posisi duduknya. Miris aku melihatnya, Hyo Jin tidak mau memakai kruk. Padahal sudah berkali-kali kuperingatkan. Aku tidak ingin Hyo kenapa-napa. Dia terlalu berharga untukku.
“ayo.” Aku mendengar Tae Min bersuara lagi, ia membantu Hyo berjalan.
“kalian terlihat seperti sepasang…” aku segera membekap mulut besar rambut ayam ini
“jangan pernah katakan hal seperti itu sebelum aku yakin Hyo Jin membutuhkan.” Aku tidak akan membiarkan kata-kata itu keluar.
Aku memang tidak suka para pelindung dan Key menyentuh Hyo. Tapi mau bagaimana lagi? Tugas Tae Min adalah melindungi Hyo. Karena keberadaan Tae Min, Jin Ki, dan Jong Hyun jugalah aku masih hidup dan bisa melindungi Hyo. Mereka sangat membantuku. Aku memang bukanlah kakak yang baik untuk Hyo. Aku terlalu sibuk dengan kegiatanku, sampai-sampai aku sering meninggalkannya sendiri. Hyo gadis yang rapuh, aku sadar itu. tapi, aku tidak mungkin melalaikan semua tugasku.
Melihat Tae Min dan Hyo berjalan beriringan membuatku berpikir, seandainya Tae Min itu manusia, pasti dia sudah bersama Hyo, persis seperti apa yang akan Jong Hyun katakan. Mungkin, aku hanya membiarkan mereka yang berada di sekitar Hyo. Meski kadang aku masih bersikap dingin. Jin Ki selalu tahu apa yang kupikirkan, Jin Ki selalu selaras denganku. Jin Ki, dia yang menjagaku tetap hidup. Well, dia cukup baik juga karena dia ikut membantu Tae Min menjaga Hyo. Aku berterima kasih padanya, secara tidak langsung.
“Min Ho! Aku rasa kau sudah mulai gila bila menyetujui Tae Min bersama adikmu.” Bisik Jin Ki dari belakang.
“huh?! Sialan kau, Jin Ki! Kau mencuri pikiranku lagi. Siapa pula yang menyetujui adikku bersama seorang pelindung balita seperti Tae Min?” jawabku ketus
“sudahlah. Kau tak perlu menjelaskannya. Ayo makan.” Lanjut Jin Ki.
Hey, Jin Ki. Terima kasih kau selalu mengerti aku. Key, Jong Hyun, Tae Min. ku harap kalian tetap melindungi Hyo sampai kita semua ditakdirkan untuk berpisah, oke?
No comments:
Post a Comment