Staring:
- Lee Tae Min – Kim Ki Bum
- SHINee member
- Park Ji Yeon
- Choi Soo Young – Kim Tae Yeon
SM Practice Room 16:50
“aku lelah!” ucap Tae Min membanting dirinya ke lantai dan bersender di kaca.
“kau ini kenapa sih, Taem? Kenapa mendadak kau jadi salah-salah terus begini?! Sebentar lagi kan kita tampil! Kita Cuma punya kurang dari 1 minggu sebelum comeback stage kita!” ucap Ki Bum marah-marah dan melempar jaketnya ke arah Tae Min.
“Ki Bum-ah. Jangan salahkan Tae Min terus, dia kan juga punya kehidupan, pasti dia punya masalah. Ayo kita dengar masalahnya.” Ucap Min Ho yang duduk di kursi.
“kau sih tidak merasakan kerasnya latihan kita, hyung! Aku capek! Dan kau, Key hyung! Aku bosan kau terus memarahiku seperti itu! sudahlah!” ucap Tae Min membereskan barangnya dan pergi meninggalkan ruangan. Terdengar suara pintu dibanting dengan keras.
“ya! Kau!” Ki Bum kaget dengan perlakuan Tae Min kepadanya.
“aku akan membujuknya!” ujar Jong Hyun segera ikut keluar dan Jin Ki mengikuti di belakangnya.
“aku bingung,” ucap Ki Bum segera bersandar di belakang kursi Min Ho. Suaranya terlihat lemah
“sebaiknya kurangi kebiasaanmu marah-marah itu.” ucap Min Ho tanpa menoleh ke arah Ki Bum
“tapi dia kelewatan! Kau tahu sendiri kan kita sebentar lagi akan kembali tampil. Aku ingin semuanya sempurna. Mana mungkin kita tampil dengan performa jelek di panggung? itu bukan SHINee namanya.” Ucap Ki Bum menjelaskan panjang lebar.
“Ki Bum. Aku tahu kau ingin semuanya sempurna. Tapi tolong, hargai sedikit saja keputusan member yang lain. Terutama Tae Min. dia sedang banyak masalah di sekolahnya, jangan kau tambah bebannya.” Ucap Min Ho dengan bijak.
“aku bingung menghadapi anak satu itu.” ucap Ki Bum segera memutar dan duduk di samping kursi Min Ho.
“kau sendiri lihat aku terluka seperti ini. Aku merasa bersalah tidak ikut latihan bersama kalian. Aku membayangkan kalian kelelahan tapi aku disini hanya menghapal gerakan. Itu sama sekali tidak enak. Sama dengan Tae Min. dia latihan namun hati dan pikirannya tidak bersama kita. Itu tidak enak, Key. dari awal sudah terlihat dia tidak ada niat untuk latihan.” ucap Min Ho mengacak rambut Ki Bum. “luka di kepalamu ini juga sebaiknya ditutup. Hati-hati kalau mencukur rambut. Kau kan bisa serahkan pada salon, dasar keras kepala.”
“Min Ho, kita kan seumuran. Kenapa kau lebih bijak daripada aku? Kenapa aku harus menjadi seperti ini?”
“hush! Kau ini bicara apa. Sudah ayo kita cari mereka, kita ajak makan malam sajalah. Sudah terlalu kaku kalau kita lanjutkan latihannya.” Ucap Min Ho segera berdiri memakai kruknya.
“hati-hati. Ah~ semoga saat kita tampil kau sudah tidak pakai kruk lagi meski tidak ikut dance.” Ucap Ki Bum membantu Min Ho.
“jangan khawatirkan aku, Almighty! Aku sang Flaming Charisma. Mana mungkin aku terlihat lemah? Haha.”
“Min Ho, aku ingin menjadi hyung bagi Tae Min, bukan lagi eomma baginya.” Ucap Ki Bum mendadak saat mereka akan keluar
“maksudmu? Kau kan hyung sekaligus eomma-nya. Eomma kami juga.” Ucap Min Ho bersandar ke tembok.
“dia bukan lagi anak kecil kan? Dia butuh hyung sekarang, bukan lagi eomma yang terus menyapihnya. Dia butuh hyung untuk mendorong dan mendukungnya, bukan lagi eomma yang memanjakannya.” Ucap Ki Bum berjongkok dan menutup muka dengan telapak tangannya.
“kita bicarakan nanti saja ya, ayo. Aku akan dengarkan semuanya di dorm.” Ucap Min Ho
“kau selalu perfeksionis, Choi Min Ho! Aku sebal! Haha.” Ki Bum meninju bahu Min Ho pelan. Ki Bum mengambil tasnya dan tas Min Ho sekalian.
Rumah keluarga Park 20:00
“Ji Yeon!! Turun dan makan dulu!!” seru sang eomma dari bawah
“ah! Iya eomma! Sebentar!”
Saat makan malam, Ji Yeon pun bercerita tentang insiden yang dia alami pagi ini. Seketika itu juga orang tua dan kakak Ji Yeon tertawa terbahak. Ji Yeon segera menyelesaikan makannya dan kembali ke kamar.
“ah, aku masih tidak habis pikir dengan kejadian tadi. Itu sangat lucu, tapi MENYEBALKAN!” ucap Ji Yeon sambil tiduran
(SHINee – Obsession) Tae Min (0225xxxx) calling . . .
“ah! Yeobosseyo!”
“heyyo baby!”
“Tae Min! kenapa baru telpon sekarang sih? Aku menunggu telponmu sejak tadi siang! Kau bohong lagi padaku,” ucap Ji Yeon sebal
“mian, jagiya. Aku tadi sibuk latihan. Kau bisa keluar malam ini? Ayo ketemu.”
“ketemu? Kau gila! Kau ini Lee Tae Min, semua orang tau itu kau. Kalau sampai ada yang tau tentang kita…”
“kau mulai seperti Key hyung! Hentikan. Aku akan menyamar. Temui aku di Dam Seon Park.” Segera telpon di tutup
“he? Ada apa sih sama Tae Min?”
Dam Seon Park 20:50
“aku seperti orang gila disini.” Ucap Ji Yeon celingak-celinguk mencari sosok yang ‘mirip’ dengan orang yang dia cari.
“boo! Haha.” Ucap Tae Min mengagetkan Ji Yeon. Mata Ji Yeon melotot saking kagetnya.
“ya!! Dasar kutu loncat!” ucap Ji Yeon
“hei, ratu semut, berhentilah memanggilku seperti itu. ayo kita jalan-jalan. Aku ingin cerita banyak tentang hari ini.” Ucap Tae Min segera menggamit lengan Ji Yeon.
SHINee’s Dorm 20:50
“Tae Min-ah!! Odieyo?” seru Jin Ki mencari-cari Tae Min
“mwohani?” tanya Jong Hyun yang baru asik nonton TV terganggu.
“Tae Min eopseoyo.”
“paling sedang mandi. Key saja tidak sibuk mencarinya. Jadi…”
“Tae Min di mana hyung?!” suara Ki Bum segera memenuhi ruang TV. Jong Hyun, Jin Ki dan Min Ho segera tutup kuping dan geleng-geleng. Min Ho langsung pindah ke kamar.
“Tae Min! sepatunya tidak ada! Pintu luar juga tidak tertutup semestinya! Dia pasti keluar! Kemana anak bandel satu itu! apa sih maksudnya?! Seharian ini dia membuatku muak! Pikirnya, dia menjadi lebih dewasa seperti ini berkat siapa!? Anak sialan!” ceracau Ki Bum
“Ki Bum! Berhenti!” ucap Jin Ki tiba-tiba. Semua segera diam.
“hyung, di mana Tae Min? kau terakhir bersamanya di mana? Handphone-nya ditinggal di kamar.” Ucap Ki Bum mulai reda
Semua sibuk mencari bahkan dengan gilanya mereka mencari di ruang baju mereka. Ki Bum bahkan menyeret Min Ho untuk ikut mencari.
“sudahlah biarkan saja! Sesuka dia!” Jong Hyun menyerah dan segera menonton TV dengan menarik Min Ho menemaninya.
“lagipula dia kan sudah 18 tahun. Dia sudah besar. Biarkan.” Ucap Jin Ki ikut menyerah.
“akan kuberi pelajaran dia!” ucap Ki Bum segera keluar dari dorm. Ki Bum mengganti password dorm mereka dan segera kembali masuk. Membisikkan password baru kepada para member lain yang hanya manggut-manggut.
Bus Station Line 5, 01:10
“aku lelah. Sebaiknya aku tidur sekarang. Kau juga, besok kan masih banyak latihan dan segudang pekerjaan lain yang menjadi kewajibanmu, kutu loncat.” Ucap Ji Yeon
“ah, sepertinya ini sudah terlalu malam untukmu ya? Maaf ya, kau jadi seperti kotak masalahku malam ini.” Ucap Tae Min sampai membungkuk segala
“kutu loncat, jangan seperti itu. sudah sepantasnya kan kita saling bantu. Lagipula, kau kan sahabat-paling-dekat-dan-baik ku. Sudah semestinya aku membantumu.” Ucap Ji Yeon menepuk pundak Tae Min
“kau masih saja menganggapku seperti itu, sebenarnya rasa sukamu terhadapku itu sebagai apa, Ji Yeon? Kenapa kau membuatku bingung? Aku benci jatuh cinta.” batin Tae Min kecewa. “oke deh, ratu semut. Sepertinya sampai sini saja. Aku juga harus pulang. Pasti member lain sudah tidur, jadi mereka tidak akan ada yang tau. Hihi, bye baby!” ucap Tae Min segera naik bus yang kebetulan berhenti.
In front of SHINee’s Dorm, 01:36
“sial! Apa-apaan ini? Jelas sekali aku memasukkan password yang benar!” ucap Tae Min memukul tembok dengan kesal. “ini pasti ulang si eomma gila itu! mau dia apa sih? Menyiksaku terus! Aku muak dianggap anaknya! Dia pikir, dia itu yang paling oke dan sempurna!? Dasar iblis!” rutuk Tae Min di luar pintu. Karena terus mengomel dan kecapekan, tanpa sadar Tae Min tertidur pulas.
07:20
BUKK! Pintu tertahan,
“Key! sepertinya ada yang menahan pintu ini!” ucap Jong Hyun yang mau keluar langsung kembali masuk dan mengadu pada Ki Bum
“pasti itu Tae Min!” ucap Ki Bum pelan dari kamar, “sebentar hyung! Aku lihat dulu!” ucap Ki Bum menghampiri. Sesampainya di depan pintu,
“kau, anak sial! Lee Tae Min! ireona! Ppalli ireonajyeo!! Ppalli!” teriak Ki Bum.
“ada apa sih?” gerutu Tae Min. segera dia sadar dan berdiri. Saat bersiap lari, lengan Ki Bum mencengkeram hoodie jaketnya. Raut wajah Tae Min menyiratkan kegelisahan dan kekesalannya.
“mau lari kemana kau hah?!” ucap Ki Bum segera menyeret Tae Min ke dalam dorm.
“aku pergi beli susu dulu,” ucap Jong Hyun acuh dan lewat di antara 2 orang yang sedang ‘bertarung’ tersebut.
08:45
Tae Min selesai diceramahi oleh Jin Ki dan Ki Bum. Namun selama sejam tadi Tae Min tidak peduli dengan ocehan dan omelan kedua hyung-nya itu.
“sudah selesai? Jeongmal mianhabnida hyung-deul.” Ucap Tae Min membungkuk tanpa rasa bersalah. Segera dia menuju ke kamar mandi.
Ki Bum dan Jin Ki Cuma bisa geleng-geleng kepala.
“cepat siapkan sarapan, Key. biarlah, dia kan baru masa pubertas.” Ucap Min Ho sambil nonton TV
“aku datang!!” ucap Jong Hyun menaruh susunya di meja makan dan segera ikut Min Ho nonton TV.
“hey! Itu rookie band baru itu kan? Kurasa keduanya cukup bagus ya.” Ucap Jong Hyun
“haha. Iya juga. Mereka seperti 2PM formasi dulu. Yang satunya, eh! Yang itu seperti Tae Min.” ucap Jin Ki mendekat ke arah Jong Hyun dan merebut remote TV-nya. Membesarkan volume.
“Jin Ki hyung! Kecilkan!” seru Ki Bum dari dapur.
Sementara itu di kamar mandi, Tae Min membiarkan dirinya di bawah shower cukup lama. Mendinginkan kepala.
“masih untung Key hyung dan Onew hyung membawaku masuk. Aku pikir mereka akan menendangku keluar sekalian.” Ucap Tae Min pelan. Semenit kemudian dia tersenyum mendengar omelan Ki Bum yang samar-samar terdengar sampai kamar mandi.
“dasar ajumma satu itu, tidak capek ya marah-marah terus. Huh, tetap saja dia adalah eomma bagi SHINee. Apa kami beruntung? Atau sebaliknya?” pikir Tae Min, tanpa sadar ia tersenyum. Semua bayangan tentang Ki Bum bertebaran di benaknya.
“biarlah. Sudah cukup kemarin aku membuatnya kesal. Hari ini aku akan jadi anak baik untuknya.” Ucap Tae Min pelan lalu mulai menyeka poninya.
Tok.. tok.. tok..
“cepat mandinya, anak sial! Sarapan sudah siap!” ucap Ki Bum masih dengan nada emosi
“sebentar hyung!” ucap Tae Min tersenyum. “aku memang sebal padanya, namun dia yang selama ini selalu ada untukku. Dia adalah eomma-ku. Aku tidak bisa membantahnya, meski aku benci di anggap anaknya. Ayolah, siapa yang mau punya eomma ganas seperti Key hyung? Tapi, dia yang terbaik di antara semua hyung-ku. Sorry hyung, I never hate you, aku Cuma capek. Banyak masalah melandaku, hyung, ah. Eomma.”
SM Office, 12:18 2 days before comeback stage
“Hey Tae Min!” ucap Soo Young yang kebetulan sedang ada di situ bersama Tae Yeon
“annyeong noona.”
“kok kau ada disini?” tanya Tae Yeon
“Aku baru istirahat sejenak sebelum lanjut latihan, noona.”
“ah, iya. Kalian sebentar lagi comeback kan? Fighting ya! Bilang pada Min Ho, semoga cepat sembuh.” Ucap Soo Young
“ne noona. Kamsahabnida.” Ucap Tae Min
“kami duluan ya, bye bye maknae~” ucap Tae Yeon digandeng Soo Young pergi
Park Ji Yeon (022xxxxx) calling . . .
“yeobosseyo,”
“Taem~ kau sedang apa?” tanya suara ceria Ji Yeon di seberang
“aku sedang istirahat sebentar. Aku masih harus latihan.”
“aku ganggu ya?”
“tidak kok, Cuma.. aku rasa, jangan telpon aku dulu untuk sementara ini. Aku sangat sibuk.” Ucap Tae Min menahan emosinya.
“kenapa? Ah, baiklah. Aku telpon kau lagi malam ini. Annyeong~”
“annyeong!” click. Telpon diputus. Tae Min segera menutup telponnya dan memukul tembok di belakangnya. Handphone-nya segera dimatikan.
(Flash back 2 hari yang lalu) Cheong Dam High School, 14:15
“Ji Yeon-ah~ palliya!” Ucap Byung Hun
“sebentar~” ucap Ji Yeon segera mengambil tasnya.
Ji Yeon dan Byung Hun berjalan berdampingan. Lengan Byung Hun memeluk pinggang Ji Yeon. Di tengah koridor, mereka bertemu dengan Tae Min.
“hey artis!” ucap Byung Hun mengejek Tae Min dan segera menarik Ji Yeon untuk jalan
Tae Min tercengang. Ji Yeon dan Byung Hun. Tae Min segera mengejar Ji Yeon.
“sebentar! Aku ingin bicara dengan Ji Yeon. Hanya sebentar.” Ucap Tae Min menarik tangan Ji Yeon.
“baiklah! Asal jangan rebut pacarku, oke? Jagiya, segera menuju ke gerbang!” ucap Byung Hun jalan bersama teman-temannya ke bawah. Sepeninggal Byung Hun dkk.
“apa maksudnya? Jadi kau menolakku untuknya?”
“bukan Tae Min.. aku dan dia tidak seperti yang kau dengar..”
“kau pikir aku tuli? Sudahlah! Sekarang aku tau apa maksudmu aku sebagai kutu loncat. Ya, aku hanya kutu untukmu. Kau menyuruhku untuk pergi.”
“bukan, Tae Min.. aku hanya..”
“oke, aku rasa waktu untuk berbicara denganmu habis. Byung Hun tersayangmu menunggu di bawah. Jangan sampai ada yang memelukmu selain Byung Hun atau dia akan marah besar. Terima kasih MANTAN sahabat-yang-paling-dekat-dan-baik, MANTAN ratu semut.” Ucap Tae Min segera melepas kalung persahabatannya dengan Ji Yeon dan melemparnya keluar jendela. “kita tidak butuh ini lagi!” serunya dan segera berbalik
(flash back end)
SM Practice Room 15:20
“istirahat sebentar ya, hyung.” Ucap Tae Min segera duduk di dekat Min Ho
“oke. Aku mau beli minum dulu.” Ucap Ki Bum. “aku harap Min Ho memaksanya untuk cerita tentang semua masalah yang Tae Min hadapi sampai seperti ini kondisinya.”
“aku ikut! Aku tidak percaya dengan seleramu untukku!” ucap Jong Hyun
“sial kau hyung!” ucap Ki Bum.
“ada apa Tae Min?” tanya Jin Ki ikut mendekat
“aku sedang banyak masalah diluar SHINee, hyung.” Ucap Tae Min meredam emosinya dengan telentang di lantai.
“mau cerita?” tawar Min Ho
“tidak usah, hyung. Aku bisa mengaturnya kok. Aku janji tidak akan berpengaruh terhadap perform kita.” Ucap Tae Min
Min Ho hanya terdiam. Dia gagal. Namun dia tak bisa memaksa Tae Min untuk cerita.
“ya sudah. Pegang janjimu, anak bandel.” Ucap Jin Ki lalu minum putih
“kau ini sama saja dengan Key eomma, hyung! Mau kupanggil Onew eomma, huh?”
“hah?!! Sekali saja kau panggil itu, kutendang bokongmu!” ucap Jin Ki bergurau
“haha. Habis, kau benar-benar semakin mirip dia. cukup aku punya ibu sepertinya di dorm. Jangan tambah.” Ucap Tae Min tertawa keras
“aku rasa aku juga tidak akan setuju ada Ki Bum-Ki Bum lain tinggal di dorm kita! Bisa-bisa aku minta balik ke rumah.” Ucap Min Ho meladeni gurauan Tae Min
Ketiganya tertawa sambil telentang sambil terus membicarakan Ki Bum.
“ya! Ngapain kalian terkapar seperti ikan teri dijemur?” tanya Ki Bum mendadak. Ketiganya segera bungkam, saling lirik, lalu cekikikan.
“aku kaget! Bisa tidak sih kau datang dengan sopan! Seperti setan saja datang tiba-tiba.” Ucap Jin Ki
“apa!? Setan!? Wajahmu itu seperti setan, hyung!” ucap Ki Bum lalu melempar minuman isotonik pada Jin Ki, Min Ho dan Tae Min.
SHINee’s Dorm, 21:10
“oke, seperti yang aku bilang tadi. Kita harus siap 3 jam sebelum tampil lusa. Besok kalian harus istirahat dengan penuh. Terutama kau, Min Ho! Dan kau Tae Min! aku harap kau tidak beralasan susah tidur lagi! Hilangkan lingkaran hitam di bawah matamu itu. Ki Bum, hentikan omelanmu. Jin Ki, jaga suaramu. Dan kau, Jong Hyun. Awasi mereka.” Ucap manager
“baik hyung!” ucap Jong Hyun
“tingkahmu layaknya prajurit mau maju perang saja.” Ucap Ki Bum sambil menahan tawa.
“apa kau bilang?! Dasar kau ibu-ibu cerewet!” ucap Jong Hyun membalas.
Segera mereka makan malam masakan Ki Bum dan sibuk dengan urusan masing-masing. Tae Min duduk di sofa sambil mematikan handphone-nya.
“ada apa?” tanya Ki Bum heran
“bukan urusanmu, hyung.” Jawab Tae Min ketus dan segera masuk kamar.
“ya! Anak sial! Apa-apaan sikapmu itu! aku kan tanya baik-baik! Kau ini… emphfff,” segera Jong Hyun menutup muka Ki Bum dengan bantal.
“berhentilah mengomel, berisik!” ucap Jin Ki.
Di kamar, Tae Min menghempaskan diri ke kasurnya.
“ada apa?” tanya Min Ho yang baru baca buku.
“nothing. Aku mau tidur.” Ucap Tae Min
“kau ini kenapa, Taem? Selama 1 minggu ini kau selalu uring-uringan. Aku tahu kau sedang dalam masa pubertas. Tapi, bersikaplah lebih dewasa. Jangan ikuti emosimu.” Ucap Min Ho.
“sudahlah hyung, hentikan. Aku capek!” ucap Tae Min
“ya sudah. Istirahat. Jangan sampai manager dan para CEO marah karena kelakuanmu. Lusa kita tampil.” Ucap Min Ho. Min Ho gagal, sekali lagi. Tae Min sangat rapuh, salah injak, kau akan membuatnya rusak untuk waktu yang lama. Itu yang membuat Min Ho memilih diam daripada memaksa Tae Min cerita. Min Ho tidak ingin kejadian yang dulu terulang.
Comeback day & success
SHINee berhasil menyabet peringkat pertama sejak hari pertama come back mereka. Selama 2 minggu SHINee sibuk promosi lagu mereka, Lucifer dan Up & Down. SHINee kembali menjadi TOP dan lagu mereka telah merajai berbagai macam chart musik. Nama SHINee melambung. Kondisi Tae Min mulai membaik dan hubungannya dengan Ki Bum pun seperti sebelumnya.
“semua sudah normal.” Pikir Jin Ki
“aku harap kemarin terakhir kalinya mereka bertengkar. Kasihan Ki Bum.” Ucap Jong Hyun
“Ki Bum dan Tae Min pasti punya cara penyelesaian yang unik khas mereka. Biarkan saja. Kita akan bantu saat dibutuhkan.” Ucap Min Ho lalu pergi.
Pertengahan Agustus, Han River, 17:20
“kau ini kenapa lagi sih, Lee Tae Min! selama hampir 1 bulan ini kau selalu uring-uringan!” ucap Ki Bum membawa Tae Min ke sungai Han untuk berbicara berdua.
“itu bukan masalahmu, hyung! Toh aku tidak menjatuhkan nama baik siapapun! Biarkan aku sendiri hyung!” ucap Tae Min. Tae Min masih terpuruk.
(Setelah insiden Ji Yeon-Byung Hun, Tae Min selalu menghindari Ji Yeon, Ji Yeon sendiri selalu meminta maaf kepada Tae Min. baru 3 hari yang lalu mereka berbaikan dan Ji Yeon bilang dia pun suka pada Tae Min, hari ini di sekolah, Ji Yeon kembali bersama Byung Hun. Makan siang bersama, suap-suapan. Padahal rencananya Tae Min akan meminta Ji Yeon pacaran dengannya.)
“berhenti bersikap seperti kau adalah anak bandel, Tae Min!” ucap Ki Bum
“aku capek menjadi anak kesayangan yang selalu menurut padamu, hyung! Kau pikir aku ini seperti boneka yang bisa kau mainkan sebagai anakmu tanpa punya pribadi sendiri?! Aku muak kau terus mengaturku harus ini itu! aku bisa lakukan apa yang aku mau, hyung! Berhenti menyuruhku!” ucap Tae Min
“anak sial! Apa sih maumu?! Kau pikir aku seperti ini karena apa huh? Aku begini karena kau! Aku ingin kau tidak menjadi seorang Lee Tae Min yang biasa! Aku ingin mengubahmu menjadi Lee Tae Min yang menjadi panutan bagi semua orang! menjadi yang terbaik!” ucap Ki Bum
“terbaik apanya?! Panutan apanya?! Kau hanya ingin show-off kepada semua orang bahwa ‘hai! Ini aku Key! aku punya Tae Min sebagai anakku dan SHINee sebagai grupku! Kalian tau kan bahwa aku ini eomma bagi SHINee, tanpa aku Tae Min tidak akan seperti ini. Lihat hasil polesanku pada boneka bernama Tae Min ini! Aku yang berjasa! Aku EOMMA bagi Tae Min!” ucap Tae Min meninggikan nada suaranya
“diam kau anak sial!” Ki Bum menampar pipi Tae Min. “apa maksudmu bicara seperti itu! jadi, itu artinya aku bagimu?! Kau pikir buat apa aku mengurusimu lebih dari member yang lain?! Kau…”
“berhenti, hyung! Aku capek! Kau bisa selesaikan kata-katamu dalam 1 menit. Dan segera enyah dari hadapanku!” ucap Tae Min, mukanya memerah karena marah. Dia tidak peduli lagi siapa dirinya dan Ki Bum sekarang.
Tae Min segera berbalik dan akan menyebrang ke sisi lain jalan, tepat ketika sebuah mobil sedang melaju kencang.
“Tae Min awas!!” ucap Ki Bum segera mendorong badan Tae Min ke sisi lain jalan dan berusaha lari menghindari mobil tersebut, namun keberuntungan tidak memihak Ki Bum. Usahanya menyelamatkan diri berbalik menjadi senjata yang mematikan. Ki Bum terpental dan jatuh ke sisi jalan semula ia berada. Mobil tersebut segera lari ketika sadar telah menabrak seseorang.
“hyung!!” Tae Min kaget dan segera menuju ke arah Ki Bum. Tae Min berlari dalam tangis. Segera Tae Min mencari taksi, berkali-kali taksi lewat, tidak ada yang berhenti. Tae Min sms semua member lain termasuk managernya.
“hyung, bangun! Hyung, sebentar lagi. Hyung,” Tae Min panik, tangisnya sudah tak dapat dihentikan. Baju Ki Bum basah oleh darah dan air mata Tae Min
Beberapa menit kemudian, ada sebuah mobil hitam merapat ke sisi jalan. Jong Hyun dan manager keluar. Semua shock dan terdiam.
“kenapa kalian malah diam?! Bantu aku angkut Key hyung! Segera bawa dia ke RS! Aku tidak mau dia kenapa-napa! Cepat!!” ucap Tae Min berteriak. Seperti terhipnotis, semua segera membantu membopong Ki Bum ke mobil.
Hospital, 20:30
“Ini salahku!” ucap Tae Min memukul-mukul tembok. Tangannya lebam.
“berhenti, Tae Min!” ucap Min Ho menahan tangan Tae Min kebelakang.
“maafkan aku hyung~” ucap Tae Min dalam tangisnya. “aku.. kalau bukan karena aku.. ini.. Ji Yeon!! Yeoja sial! Sekolah.. aku bersalah.. Key hyung~~~” ucapan Tae Min semakin tidak jelas. Min Ho segera memeluk Tae Min dalam dekapnya untuk meredam teriakan Tae Min.
Jong Hyun berjalan mondar-mandir berdoa. Matanya sembab. Ki Bum ada di UGD dan belum dipindahkan. Sudah setengah jam lebih. Manager terlihat sangat cemas. Sibuk menelpon agency. Jin Ki sendiri terdiam di kursi, menunduk. Tak ada air mata, tatapannya kosong. Tangannya terkatup rapat. Jin Ki diam seribu bahasa ketika ditanya siapapun. Tae Min masih terisak di dekapan Min Ho, baju Min Ho banjir air matanya. Tangannya masih di bawah kendali Min Ho. Min Ho tahu benar Tae Min terguncang. Tae Min tidak perlu cerita lewat kata-kata utuh. Penggalan ceracauan Tae Min menjelaskan semua kejadian. Min Ho paham dan berusaha menekan teriakan Tae Min. ini kali kedua Tae Min kumat. Seharusnya saat ini Tae Min dijauhkan dari RS untuk kebaikan jiwanya, namun bahkan Min Ho sendiri tidak mau menginggalkan RS. Terlalu berat meninggalkan Ki Bum. Ki Bum pasti ingin bertemu dengan Tae Min. banyak yang sudah diceritakan Ki Bum pada Min Ho, semua tentang Tae Min. bisa dibilang, dari 100% pikirannya, hanya ada 20% untuk dirinya sendiri, 20% untuk segala yg berhubungan dengan dunia selebriti dan SHINee, dan 60% adalah Tae Min. bahkan untuk dirinya, Jong Hyun, dan Jin Ki munghkin hanya ada 5-8% dari 20% keseluruhan SHINee. Tae Min segalanya.
Pintu UGD terbuka. Jong Hyun dan Jin Ki tertidur, Tae Min masih terus terisak di dekapan Min Ho. Sang manager segera berdiri ketika mendengar suara pintu. Min Ho hanya menoleh tanpa bergerak. Tae Min belum berhak tau beritanya. Min Ho akan melepas Tae Min ketika terdengar suara Ki Bum. Min Ho memberi isyarat pada manager untuk menjauh dari sisinya dan berbicara pada dokter. Sementara itu Ki Bum segera di pindah. Min Ho melihat Jong Hyun dan Jin Ki terbangun. Lagi-lagi dengan isyarat, Min Ho meminta keduanya mengantar Ki Bum ke kamar barunya. Tinggallah Min Ho dan Tae Min. tetap dengan posisi awal. Denyut nadi Tae Min melemah sejak 4 menit yang lalu. Bukan waktu yang tepat untuk melepasnya.
Hospital, 03:20
“sebaiknya kau duduk. Tae Min pasti juga capek. Aku tidak mendengar isaknya. Mungkin dia tertidur.” Ucap Jin Ki, tangannya terulur hendak mengambil alih Tae Min
“jangan! Menjauhlah.” Ucap Min Ho pelan
“ada apa?” bisik Jin Ki
“dia hanya butuh Ki Bum saat ini. Kalau sampai Tae Min merasa dirinya berpindah tempat…” Min Ho terdiam
“sudah, jangan teruskan. Aku tahu maksudmu. Tapi kau?”
“biar saja. Ini tugasku. Dimana Jong Hyung hyung dan manager hyung?”
“manager hyung pamit pulang. Hyung menjelaskan semuanya padaku. Jong Hyun ada di kamar Ki Bum sekarang.”
“bisa jelaskan padaku lewat tulisan? Tulis secara detail tentang Ki Bum semenjak dia di UGD sampai sekarang.” Ucap Min Ho tanpa suara.
Jin Ki sibuk mencari kertas dan bolpoint. Sepeninggal Jin Ki, isak Tae Min mulai terdengar lagi.
“aku tahu kau menguping, Taem. Bersabarlah. Aku tidak akan melepasmu sebelum kau benar-benar tenang.” Ucap Min Ho dengan nada datar
Setelah ucapan Min Ho, Tae Min kembali menangis dengan keras. Min Ho kaget dan segera mengencangkan cengkramannya. Namun sekarang Tae Min berontak.
“Jin Ki hyung!!” teriak Min Ho menahan sakit. Tae Min mulai menendang
Butuh waktu agak lama menenangkan Tae Min.
“Key eomma… Key eomma… Key eomma… odie? Odi? Odie?” Tae Min menangis memanggil nama Ki Bum
“aku bawa kau kesana setelah kau diam!” gertak Min Ho. Tae Min pun terdiam
Alih-alih membawa Tae Min menuju ke kamar Ki Bum, Min Ho dan Jin Ki membawa Tae Min pulang. Tae Min berontak, namun tenaganya sudah banyak terkuras dan dia hanya pasrah.
SHINee’s Dorm, 09:10
“Ini semua salahku, aku tidak bermaksud membuat Key hyung seperti ini, kalau aku tidak bicara kasar padanya, dia pasti selamat. Kalau aku tidak menyebrang, dia pasti masih marah-marah hari ini.” Ucap Tae Min di kamar mandi pagi ini
“segera selesaikan mandimu! Kita menuju ke tempat Key sekarang!” ucap Jin Ki tidak sabar
“suara Onew hyung beda jauh dengannya. Maaf hyung, maaf.” Ucap Tae Min terduduk.
Selesai bersiap, Min Ho, Jin Ki dan Tae Min segera menuju ke RS.
Hospital, 14:56
“Jong Hyun hyung, kubawakan kau sarapan dan baju ganti. Cepat mandi.” Ucap Min Ho
Mendengar kata-kata itu, Tae Min kembali teringat saat Ki Bum menyuruhnya dengan cara yang sama. Tae Min penasaran kenapa mereka harus bertemu dengan Jong Hyun di kantin RS. Dia sudah terlalu rindu kepada Ki Bum.
“berjanjilah satu hal, Taem.” Ucap Jong Hyun setelah kembali.
“ada apa?” tanya Tae Min, perasaannya tidak enak.
“aku akan beritahu dimana Ki Bum, tapi, berjanjilah kau akan tetap menjadi Tae Min yang Ki Bum inginkan.” Ucap Jong Hyun
Jin Ki mulai menangis dan berbalik. Jong Hyun sendiri hanya bisa terdiam sebentar. Min Ho terlihat yang paling tegar di antara yang lain meski air matanya sudah menetes.
Jong Hyun menepuk pundak Jin Ki dan segera menjauh. Min Ho segera menyusul Jong Hyun dan berusaha menenangkan Jong Hyun. Jong Hyun juga selalu menangis dengan sekuat tenaganya. Min Ho harus menghentikan tangis Jong Hyun sebelum Tae Min.
“sebenarnya ada apa ini, hyung?!” Tae Min mulai tidak sabar.
Jin Ki hanya memberikan sebuah kertas, tulisan tangannya semalam untuk Min Ho. Cerita lengkap dari awal Ki Bum masuk ke UGD. Segera Tae Min merebut kertas tersebut, tangisnya meledak di tengah. Segera Tae Min minta di antar menuju ke tempat Ki Bum.
Keempat member SHINee beserta sang manager segera keluar dari Rumah Sakit. Ki Bum sudah dipindah 1 jam yang lalu oleh keluarganya. Mereka menuju ke ‘kamar abadi’ Ki Bum. Di mobil, sudah ada 1 bouquet bunga untuk Ki Bum. Sesampainya di peristirahatan Ki Bum, kelimanya segera menangis. Tae Min tidak bisa bangun. Tae Min terus menangis dan mulai meracau menyalahkan dirinya lagi. Min Ho sendiri tidak berusaha mencegah Tae Min. ini terakhir kalinya Tae Min berbicara pada Ki Bum. Min Ho tidak akan menghalangi Tae Min.
KIM KI BEOM
23-09-1991 – 18-08-20XX
Semua keluarga besar SM Town, beserta dengan sahabat-sahabat Ki Bum lain yang sesama celebs, semua melepas kepergian Ki Bum dengan penuh haru. Tae Min berada di sisi nisan Ki Bum sambil terus menangis sementara member lainnya berdiri di belakang Tae Min dengan kepala tertunduk dan air mata yang terus jatuh. Sederet nama seleb lain yang tergabung dalam 91’er Celeb Line ikut menangis. Ki Bum pergi, dan memberikan NYAWA kepada sang ‘anak’ Lee Tae Min, ‘MENYELAMATKAN LEE TAE MIN’ adalah segalanya untuk Kim Ki Bum.
Tae Min minta ditinggal di pinggir sungai Han, tepat di hari terakhir dia dan Ki Bum bertemu dan bertengkar. Tae Min membuka 1 lembar kertas dan 1 buku yang diberikan oleh Jin Ki tadi siang. Kertas pertama berisi detail perjalanan Ki Bum saat jam-jam terakhir dan kedua, semacam diary Ki Bum yang berisi harapan Ki Bum untuk Tae Min, yang disimpan Ki Bum di laci kamar, sejak dulu.
“manager hyung bilang padaku, dokter yang memberitahunya. Ki Bum terkena gegar otak berat. Kedua kakinya seperti terbentur benda yang sangat keras, mungkin di kecelakaan itu, Ki Bum masih bisa diselamatkan jika hanya itu saja penyakitnya. Namun ternyata setelah para dokter memeriksa secara keseluruhan, ada pendarahan dalam tengkorak kepalanya. Darahnya sudah mulai menggumpal. Itu yang menyebabkan kematian pada Ki Bum. Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, namun pendarahan itu terlalu dalam. Tidak mungkin membedah kepala Ki Bum. Malam ini Ki Bum rencananya memang masih dipindah ke kamar ICU untuk melihat keadaan selanjutnya, namun sebelum sempat dipindah, Ki Bum sudah pergi. Aku harap Tae Min akan mengerti hal ini ketika kau menceritakannya, Min Ho. Aku tidak bisa menceritakannya pada Tae Min. aku tidak tahu apa yang akan Tae Min katakan. Aku berharap tidak ada hari esok, ini terlalu sakit untuk kita. Aku tidak bisa mengatakannya pada Tae Min. itu hanya menambah perih.“
“ To: Lee Tae Min
My beloved SON. My Only SON. My Half-of-Soul SON. Maknae in our group, SHINee.
I hope when you read this, you already have the tittle KEY’S BEST SON. Kekeke. Remember, you’re my SON! None except your real family claim that you’re their son. Okay?
From your eomma: Kim Ki Beom
Lee Tae Min. first I saw you, you’re really cute like a baby. but hey! Who knows that you’re the best dancer? Lee Tae Min. when I saw our audition video, I don’t even know who dare to upload that video, it’s embarrasing yea, boy? Okay! When I saw our audition video, seems like we dance the same movement that time, kekeke. We must already connected even we never know each other.
From your eomma: Kim Ki Beom
Lee Tae Min, I really wanna be the best for you. I like you, but hey! I like you like mother to her baby. hehe, kidding! I don’t know why, but when I see you, my mind always think about ‘how to make you the best namja soon?’ and I really put big hopes in you. I always nagging, not just with you but also another member, you know? That’s really tiring! But well, because you’re all my family, it’s already being my habit. I never hate it. I know someday you’ll become trully man. You’ll being the best namja SHINee has. You’ll make me proud when you come to me after our ‘graduation’ being SHINee, you call my name as ‘Key eomma’ and tell to all people in this world that ‘KEY EOMMA THAUGHT ME SINCE I STILL KID UNTILL I SUCCEEDD NOW’ it will being my first big happiness. You know? You’re too special to me. have you as SHINee member is different with have you as my SON. You know why I always nagging to you most? Do you know why I always try to make you as perfect as I can? Because I wanna see you being Lee Tae Min, The BEST Namja.
From your eomma: Kim Ki Beom
Hey Lee Tae Min! I can’t write as much as before these months and weeks. We have many many schedules, we prepare for our comeback stage too. it’s our 2nd year being together, kid! But why? Why you suddenly change being rebel boy? Why Tae Min why?! Do you hate me? why you suddenly like this? Why you always angry when I nag to you. Why your face always sad? You have many burdens. I know it. I just act like I don’t care with all of your burdens. I don’t want you to know I worrying you much. You’re now going mature, boy. Min Ho said this is your puberty period. Of course I know and I understand it. But, SHINee needs you too. you must work really hard, boy. You will perform at center. This song is special for you. But why you suddenly being Lucifer? Tell me you’re acting!
From your eomma: Kim Ki Beom
Hey, Lee Tae Min. you’re really rebel now! why you make me worried? You go out without tell me where you go tonite. How if anything bad happen? Lee Tae Min, I am the one who change our dorm’s password. I don’t know why I being this soft like a woman. I hate this situation too! I must being your appa, not your eomma anymore! Now you need someone who can teach you with logic. You need partner. No longer parents. But, I already being your eomma for a year. It’s hard to change being your hyung, not you eomma. Min Ho helps me a lot. But still, I can’t!
From your eomma: Kim Ki Beom
Hey Lee Tae Min! we are SHINee right? SHINING SHINEE! We succeeded again in our 2nd album! You doing really great, son! That’s really great to see you from back when you dancing in center. I really wanna shout ‘HEY WORLD. YOU SEE HIM? HE’S LEE TAE MIN! HE’S SHINEE’S BEST DANCER! HE’LL BEING NAMJA! HE’S 18 NOW!’ I cried hard after our performance in toilet. It’s really amazing I didn’t mention you as my son when I wanna shout that words. I think I can change being your hyung! You can call me hyung now, not eomma, okay? I’ll being the best hyung for you, Tae Min!
From your hyung: Kim Ki Beom
This is Autumn! Let’s go to Han River! Heheh. I really wanna heard your problem during our weeks before our debut stage. I wanna know what makes you that bad mood. I wanna share anything as your hyung, I wanna start our hyung-dongsaeng relationship! Min Ho already congrats me! you must congrats me too! let’s go! I’ll buy ice cream for you too. this is my last word here. After this, I’ll buy new book and I’ll put ‘TAEMIN’s HYUNG’s BOOK’ in front. Not EOMMA again, agree? Let’s go!
From your hyung: Kim Ki Beom
From: Kim Ki Beom
Your Beloved Hyung! No Longer Your Eomma. Your EVIL but also Your Angel. Tae Min, I Swear I Will Make You THE BEST.”
2 comments:
Eonni,buatin FF tentang Dongho.wkwkwkwk...
ak belum baca yang FF Taemin sama Key besok deh ak baca>< banyak bgt soalnya..huhu
-Naomi-
eonnii,buatin ak cerita tentang Dongho..hahahaha
ya Allah ak nangis pas baca suratnya Key buat Taemin itu.. T-T
tp ak blm baca ceritanya sih.hihi mataku udah pedih--
Post a Comment